Kredit Foto: BEI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Rabu (3/6/2026) di zona hijau pada level 6.207. Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.01 WIB, IHSG berada langsung turun di level 6.193 atau melemah 2,21 poin setara 0,04% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pada awal sesi, IHSG sempat bergerak di rentang 6.188,35 hingga 6.213,80. Sebanyak 930,66 juta saham telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp666,84 miliar dari 81.244 kali transaksi.
Meski indeks terkoreksi tipis, pergerakan saham masih didominasi penguatan. Tercatat sebanyak 239 saham menguat, 171 saham melemah, dan 236 saham bergerak stagnan. Adapun kapitalisasi pasar pada perdagangan pagi ini tercatat mencapai Rp10.918,32 triliun.
Senior Technical AnalystMirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, setelah pola upward bar terbentuk, maka harapan terjadinya fase bullish consolidation terbuka lebar.
"Berdasarkan indikator, RSI menunjukkan oversold atau jenuh jual, dan Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif," kata dia dalam analisanya.
Menurutnya tekanan jual dari rebalancing indeks MSCI terpantau mulai mereda. Saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan emiten konglomerasi kembali menjadi motor penggerak utama IHSG setelah mengalami tekanan beberapa hari sebelumnya.
Kemudian, hasil perilisan data inflasi Indonesia per Mei 2026 masih berada dalam rentang target fundamental yang aman, memberikan ruang bagi BI untuk menjaga stabilitas kebijakan moneter, sekaligus mencerminkan daya beli masyarakat yang solid.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
Baca Juga: IHSG Rebound ke 6.210 Pagi Ini, Investor Cermati Tail-End Effect Rebalancing MSCI
Meskipun demikian, penyusutan surplus neraca perdagangan per April 2026 pada US$89,1 juta sebagai level terendah dalam enam tahun terakhir, menunjukkan adanya perlambatan dari kontribusi sektor eksternal dan menjadi penahan laju penguatan IHSG.
Di sisi lain, para pelaku pasar mulai mencermati dan bersiap menghadapi volatilitas baru dari sentimen rebalancing indeks FTSE Russell yang dijadwalkan efektif pada 22 Juni mendatang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: