Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tiga Inovasi RI Tembus Daftar Terbaik Dunia, Nezar: Semakin Berdampak

        Tiga Inovasi RI Tembus Daftar Terbaik Dunia, Nezar: Semakin Berdampak Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tiga inovasi digital asal Indonesia berhasil meraih pengakuan internasional dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

        Ketiga inovasi tersebut masuk dalam daftar 90 WSIS Champions 2026 yang terpilih dari ribuan peserta dari berbagai negara.

        Inovasi yang mewakili Indonesia adalah Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

        Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital di Indonesia semakin mampu menghasilkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

        "Saya melihat yang jadi nomine dan pemenang di WSIS tahun ini bobotnya makin kuat sejak tiga tahun terakhir," kata Nezar, Rabu (10/6/2026).

        Menurutnya, inovasi yang dikembangkan pemerintah membuktikan pemanfaatan teknologi digital dapat memperkuat layanan publik di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, keamanan siber, hingga literasi informasi.

        Ia menilai keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah lainnya dalam menghadirkan layanan publik yang lebih mudah diakses dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

        “Inisiatifnya sangat baik, sangat useful, juga impactful untuk mendorong transformasi digital dalam layanan publik,” ujarnya.

        Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah Jalahoaks. Platform tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya penyebaran misinformasi dan disinformasi yang kian sulit dikenali akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

        Nezar mengingatkan bahwa teknologi generative AI memungkinkan pembuatan konten palsu yang menyerupai informasi asli sehingga masyarakat membutuhkan sarana verifikasi yang kredibel.

        “Hoaks makin lama makin canggih, terlebih dengan adanya generative AI. Bisa dibuat hoaks yang sangat mirip dengan sesuatu yang otentik,” katanya.

        Selain Jalahoaks, Nezar juga mengapresiasi program Anugerah Bug Bounty yang dinilai berkontribusi dalam memperkuat budaya keamanan siber nasional. Program tersebut melibatkan white hacker untuk menemukan celah keamanan pada sistem digital sehingga potensi kerentanan dapat diidentifikasi dan diperbaiki lebih cepat.

        “Kita bisa mendapat input soal kerentanan sistem yang kita bangun sekaligus mendidik generasi muda menggunakan kemampuannya untuk hal-hal yang positif,” ujar Nezar.

        Sementara itu, platform Rumah Pendidikan dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem pendidikan digital yang terintegrasi dan menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui pemanfaatan teknologi.

        Dalam WSIS Prizes 2026, sebanyak 1.596 inovasi digital dari 122 negara mengikuti kompetisi tersebut. Proses seleksi melibatkan lebih dari 2,2 juta suara publik yang kemudian diverifikasi oleh panel pakar WSIS untuk menentukan para champion.

        Dari proses tersebut, sebanyak 90 inovasi terpilih sebagai WSIS Champions 2026 dan tiga di antaranya berasal dari Indonesia.

        Baca Juga: Komdigi Sebut Digitalisasi Tidak Hanya Menambah Aplikasi Pemerintah

        Baca Juga: Komdigi Peringatkan Platform yang Belum Lapor Self-Assessment

        Nezar berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk terus menghadirkan inovasi digital yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

        “Kita bisa buktikan transformasi digital, adopsi teknologi yang advanced, sudah dilakukan di berbagai sektor di Indonesia,” tuturnya.

        Adapun pemenang utama atau WSIS Prize Winners 2026 akan diumumkan dalam rangkaian WSIS Forum 2026 pada awal Juli mendatang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: