Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dua Peserta SPPI KDMP Meninggal Saat Latsarmil, DPR Minta Evaluasi Program

        Dua Peserta SPPI KDMP Meninggal Saat Latsarmil, DPR Minta Evaluasi Program Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

        Kedua peserta tersebut adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Kemhan menjelaskan, Anisa yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, meninggal dunia akibat mengalami heat stroke atau serangan panas.

        Sementara itu, Yonanda yang menjalani pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi fisik pada Senin (15/6). Setelah sempat dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, Yonanda dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung berdasarkan hasil pemeriksaan medis.

        Meninggalnya dua peserta tersebut memicu perhatian berbagai pihak, termasuk dari kalangan legislatif. Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan latsarmil guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

        Menurutnya, salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah pemeriksaan kesehatan calon peserta sebelum mengikuti pelatihan. Ia menilai proses seleksi kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh agar peserta benar-benar siap menjalani aktivitas fisik yang cukup berat, termasuk dalam kondisi cuaca panas.

        TB Hasanuddin menegaskan bahwa program latsarmil bagi calon pengelola KDMP dan KNMP pada dasarnya memiliki tujuan yang baik, yakni membentuk sumber daya manusia yang siap mengelola koperasi desa dan kampung nelayan. Namun, ia menilai materi pelatihan perlu dievaluasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta.

        Ia berpandangan bahwa porsi materi yang bersifat kemiliteran, seperti latihan menembak, baris-berbaris, dan aktivitas fisik berat di bawah terik matahari, dapat dikurangi. Sebagai gantinya, peserta dinilai lebih membutuhkan pembekalan terkait manajemen dan pengelolaan koperasi.

        Di sisi lain, Kemhan menyatakan seluruh peserta program telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti latsarmil. Meski demikian, kementerian tetap akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan agar peserta dapat menjalankan seluruh materi secara aman dan nyaman.

        Baca Juga: Calon Manager KDMP Dididik Militer, DPR: Tugas Mereka Baca Laporan Keuangan

        Kemhan juga memastikan akan memberikan perhatian penuh kepada keluarga kedua peserta yang meninggal dunia. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan pihak Kemhan bersama TNI telah melakukan pendampingan kepada keluarga Anisa dan Yonanda serta memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

        Kasus meninggalnya dua peserta SPPI KDMP dan KNMP tersebut kini menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan latsarmil, terutama terkait aspek kesehatan, keselamatan peserta, serta kesesuaian materi pelatihan dengan tugas yang akan dijalankan para calon pengelola koperasi desa dan kampung nelayan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: