Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pelatih Mundur, Orang Titipan Menjadi Penyebab Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026

        Pelatih Mundur, Orang Titipan Menjadi Penyebab Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pelatih Tim Nasional Korea Selatan, Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri sehari setelah timnya tersingkir pada fase grup Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diambil hanya beberapa jam setelah adanya kecaman dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung.

        Hong Myung-bo mengumumkan pengunduran dirinya usai ia gagal memenuhi ekspektasi lolos dari Grup A. Grup tersebut diketahui dihuni Meksiko, Afrika Selatan dan Ceko.

        Baca Juga: Bukan Gegara Pertandingan, Iran Klaim Pamit karena Dijegal Kebijakan Amerika di Piala Dunia 2026

        Korea Selatan mengakhiri fase grup dengan tiga poin hasil kemenangan 2-1 atas Ceko. Namun dua kekalahan 0-1 dari Afrika Selatan dan Meksiko membuat langkah mereka terhenti lebih awal.

        "Selama dua tahun terakhir, setiap kali harus mengambil keputusan penting, memilih pemain, atau mempersiapkan latihan dan pertandingan, saya selalu bertanya kepada diri sendiri apakah ini merupakan pilihan yang tepat untuk sepak bola Korea," ungkapnya, dikutip Senin (29/6).

        Hong mengaku telah berusaha mengambil setiap keputusan demi kepentingan sepak bola dari Korea Selatan.

        "Saya tidak bisa mengatakan semua keputusan yang saya ambil selalu benar, tetapi saya bisa memastikan semuanya dibuat dengan tujuan untuk kepentingan sepak bola Korea," ujarnya.

        Hong undur diri tidak lama setelah adanya kecaman dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Ia mengecam keras kegagalan tim nasionalnya yang gagal lolos fase grup di Piala Dunia 2026.

        Menurut Lee, buruknya hasil yang diraih timnasnya merupakan konsekuensi dari penempatan orang-orang yang tidak kompeten dalam posisi penting.

        "Ketika loyalitas dan kepentingan kelompok lebih diutamakan daripada kompetensi, lalu orang-orang yang tidak cakap ditempatkan sebagai pemimpin, hasil seperti ini sebenarnya tidak dapat dihindari," kata Lee.

        Presiden juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas hasil yang dinilainya tidak dapat diterima.

        "Saya menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas kekecewaan besar akibat hasil yang tidak bisa diterima ini. Kami akan segera melakukan reformasi tata kelola olahraga agar hal seperti ini tidak terulang lagi," tegasnya.

        Sebelum Piala Dunia, Hong sebenarnya sudah mendapat sorotan tajam dari publik dan media dari Korea Selatan. Sejak ditunjuk kembali sebagai pelatih dua tahun lalu, ia beberapa kali mendapat cemoohan dari suporter saat pertandingan kandang.

        Salah satu keputusan yang paling menuai kritik adalah mencadangkan kapten sekaligus bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-min saat laga penentuan melawan Afrika Selatan. Padahal Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke babak berikutnya. Keputusan tersebut justru berujung kekalahan dan memastikan langkah mereka terhenti.

        Meski mengakhiri masa jabatannya dengan kegagalan, Hong berharap Timnas Korea Selatan mampu bangkit pada masa mendatang.

        Baca Juga: Roy Suryo Galang Massa Demi Paksa Jokowi Hadiri Langsung Sidang Kasus Ijazah Palsu: Ayo Kita Protes!

        "Saya akan selalu mendukung tim nasional sepenuh hati dan berharap mereka kembali mendapatkan kepercayaan serta cinta dari masyarakat Korea," tuturnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: