Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Anabatic Rights Issue (ATIC) Rp289 Miliar untuk Bayar Utang ke Pemegang Saham

        Anabatic Rights Issue (ATIC) Rp289 Miliar untuk Bayar Utang ke Pemegang Saham Kredit Foto: Anabatic
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) menargetkan dana Rp289,42 miliar melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau rights issue. Dana bersih aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk membayar sebagian pokok Obligasi Konversi Anabatic Tahun 2018 kepada pemegang saham utama, TIS Inc.

        Berdasarkan prospektus, ATIC akan menerbitkan sebanyak 578.840.338 saham baru atau setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor setelah PMHMETD III. Perseroan menetapkan harga pelaksanaan Rp500 per saham, sehingga nilai dana maksimal yang dapat dihimpun mencapai Rp289.420.169.000.

        Setiap pemegang empat saham ATIC yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 10 Juli 2026 berhak memperoleh satu Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru dengan harga Rp500 per saham.

        Perdagangan dan pelaksanaan HMETD, termasuk periode pemesanan saham tambahan, dijadwalkan berlangsung pada 14-20 Juli 2026.

        "Seluruh dana hasil PMHMETD III, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sebagai pembayaran sebagian pokok Obligasi Konversi Anabatic Tahun 2018 kepada TIS Inc. Dengan demikian, dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk kewajiban perseroan kepada pemegang saham utama, bukan untuk ekspansi operasional atau penambahan modal kerja," mengutip prospektus, Jakarta, Kamis (2/7/2026). 

        TIS Inc. merupakan pemegang saham utama ATIC dengan kepemilikan 37,30%. Namun, TIS menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya dalam aksi korporasi tersebut.

        Baca Juga: Dari Akuisisi Rp4 Triliun ke Obligasi Rp319 Miliar, Ini Aksi Jumbo DSSA

        Baca Juga: Investor Tolak Restrukturisasi, RUPO Obligasi Waskita Karya Buntu

        Sementara itu, PT Artha Investama Jaya yang menguasai 28,69% saham ATIC akan mengalihkan seluruh HMETD miliknya kepada sejumlah pihak. Pengalihan tersebut mencakup 72.664.952 HMETD kepada PT Inti Global Resource Indonesia, 34.920.032 HMETD kepada Ny. Sukemi Kasim, 34.920.032 HMETD kepada Ny. Yuliana Tan, serta 23.591.771 HMETD kepada Ny. Frieda Lukman.

        Jika seluruh pihak penerima HMETD melaksanakan haknya, komposisi kepemilikan saham perseroan berpotensi berubah setelah aksi korporasi. Namun, prospektus yang disampaikan belum merinci komposisi kepemilikan akhir setelah pelaksanaan PMHMETD III.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: