Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sudah Swasembada Gula Konsumsi, Kementan Intensifkan Tebu untuk Bioetanol

        Sudah Swasembada Gula Konsumsi, Kementan Intensifkan Tebu untuk Bioetanol Kredit Foto: Dokumentasi Kementerian Pertanian
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kinerja sektor industri gula di dalam negeri dilaporkan telah sukses mencatatkan pencapaian yang positif. Pemerintah Republik Indonesia secara resmi mengumumkan telah berhasil mengamankan status swasembada untuk komoditas gula konsumsi.

        Kendati demikian, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono mengatakan peningkatan hasil panen tebu juga dipersiapkan untuk menyokong kebutuhan hilirisasi energi ramah lingkungan. Pemerintah membidik komoditas perkebunan ini sebagai bahan baku utama pembuatan bioetanol atau biofuel.

        “Indonesia saat ini sudah swasembada gula konsumsi. Namun perlu ada peningkatan produksi tebu dengan intensifikasi untuk memenuhi kebutuhan gula rafinasi dan gula industri termasuk untuk kebutuhan biofuel atau bioethanol. Selain tebu, bioethanol juga dihasilkan dari jagung dan singkong,” jelas Sudaryono dalam keterangan pers Kementan, Rabu (15/7/2026).

        Sudaryono melanjutkan, Kementerian Pertanian tetap gencar memacu program intensifikasi penanaman lahan tebu rakyat. Langkah peningkatan volume produksi ini difokuskan guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri sekunder.

        “Saat ini kita focus bagaimana produktivitasnya tinggi, petaninya Sejahtera. Kemudian jalur bisnisnya bisa dikelola melalui koperasi. Sehingga barang dari desa sampai ke kota maupun sebaliknya bisa berjalan lebih baik,” jelas Sudaryono.

        Lebih dari itu, Sudaryono menekankan peningkatan kesejahteraan petani tebu juga dilakukan melalui upaya meningkatkan produktivitas tanaman dan rendemen gula. Menurutnya, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada gula konsumsi tidak lepas dari perbaikan produktivitas yang terus dilakukan pemerintah bersama petani.

        Baca Juga: Sumbang Devisa Jumbo, Kementan Kebut Pembenahan Tata Niaga Kelapa Sawit Nasional

        Baca Juga: MBG Bawa Berkah atau Petaka? Kementan Akui Selama Libur Harga Pangan Anjlok

        "Produktivitas per hektar dan rendemen terus kita tingkatkan. Kalau produktivitas naik dan rendemen tinggi, produksi gula bertambah sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien. Harapannya harga gula ke depan semakin kompetitif tanpa mengurangi kesejahteraan petani," terang Sudaryono.

        Peta jalan pemenuhan energi nasional ini dijalankan secara terpadu melalui kerja sama lintas instansi pemerintah. Keberhasilan agenda ini diharapkan mampu menekan ketergantungan impor komoditas gula industri rafinasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Muhammad Farhan Shatry
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: