Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Rabu (16/7/2026). Berdasarkan data RTI Business hingga sekitar pukul 09.06 WIB, IHSG berada di level 6.068,561, naik 26,588 poin atau 0,44% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Sejak pembukaan, IHSG bergerak di zona hijau dengan kisaran 6.052,855 sebagai level terendah dan 6.071,415 sebagai level tertinggi. Adapun indeks dibuka pada level 6.056,746.
Aktivitas perdagangan juga menunjukkan sentimen yang cukup positif. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp751,755 miliar dengan volume perdagangan 2,243 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 197.233 kali.
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 269 saham menguat, 176 saham melemah, dan 230 saham bergerak stagnan, mencerminkan dominasi saham-saham yang berada di zona hijau pada awal sesi perdagangan.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp10.623,520 triliun.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, pergerakan IHSG berhasil mempertahankan posisi di atas level penting yakni di atas MA20. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, namun volume mengalami penurunan.
"Adapun sentimen IHSG pada hari ini diperkirakan cenderung bervariasi dengan peluang terjadinya bullish consolidation," ungkap dia dalam analisanya.
Nafan menyebut pergerakan indeks dipengaruhi sentimen global berasal dari hasil perilisan Data Indeks Harga Produsen (PPI) AS untuk bulan Juni menunjukkan penurunan sebesar 0,3% secara bulanan, mengikuti tren data inflasi konsumen (CPI) AS yang juga melandai sehari sebelumnya.
Hal ini memberikan sentimen positif dan meredakan kekhawatiran market terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, dengan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan akhir Juli turun menjadi sekitar 10%.
Meskipun inflasi melandai, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan dalam testimoninya bahwa The Fed tetap berkomitmen penuh untuk menekan inflasi hingga mencapai target 2%. Hal ini menjadi pengingat bagi pelaku pasar bahwa pelonggaran kebijakan moneter masih membutuhkan waktu lebih lama.
Di sisi lain, eskalasi serangan AS terhadap Iran dan ancaman Presiden Donald Trump terhadap infrastruktur Iran mendorong kenaikan harga komoditas energi. Kondisi ini berpotensi kembali meningkatkan tekanan inflasi apabila berlanjut.
Baca Juga: BEI Sebut Hanya Butuh 15 Menit, Pengumuman S&P Bikin IHSG Langsung Rebound 2%
Baca Juga: IHSG Dibuka Hijau, Sentimen Global dan Domestik Topang Penguatan
Sementara dari domestik, pada perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat tipis setelah data inflasi AS meredakan kekhawatiran pasar terhadap pengetatan moneter The Fed. Hal ini memberikan modal positif bagi perdagangan hari ini.
Di sisi lain, para pelaku investor akan berfokus terhadap prospek laba emiten kuartal II-2026, yang berpotensi menjadi katalis berikutnya apabila hasilnya sesuai atau melampaui ekspektasi. Hal ini menjadi penopang minat beli investor secara bertahap.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: