Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Getol Teriakkan Ijazah Palsu Jokowi, Disertasi Roy Suryo Malah Terciduk Plagiat?

        Getol Teriakkan Ijazah Palsu Jokowi, Disertasi Roy Suryo Malah Terciduk Plagiat? Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Polemik yang menyeret Roy Suryo kembali memanas. Setelah selama ini vokal mempertanyakan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu kini justru disorot terkait disertasi doktornya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dugaan plagiarisme pun mencuat setelah dilontarkan oleh Ahli Forensik Digital, Josua Sinambela.

        Melalui akun Facebook pribadinya, Josua mengaku telah menelusuri disertasi Roy Suryo menggunakan sejumlah perangkat pendeteksi plagiarisme. Berdasarkan hasil pemeriksaannya, ia menduga karya ilmiah tersebut memiliki indikasi kuat sebagai hasil plagiarisme.

        "Terdapat dugaan kuat bahwa disertasi Saudara RS merupakan hasil plagiarisme. Hal ini didasarkan pada hasil pengujian dari berbagai perangkat deteksi plagiarisme dan turnitin (seperti yang tertera pada gambar)," tulis Josua.

        Baca Juga: Disertasi Roy Suryo Baru Diupload 13 Juli, Pakar: Sepertinya Oknum UNJ Panik

        "Selain status kemahasiswaannya yang dinilai melanggar Peraturan Rektor karena berstatus sebagai terpidana berkekuatan hukum tetap (inkracht), keabsahan karya ilmiahnya pun patut dipertanyakan," ujarnya.

        Josua mengaku menemukan indikasi bahwa sebagian besar materi dalam disertasi tersebut diduga mengacu pada karya ilmiah dari jenjang pendidikan yang lebih rendah.

        "Berdasarkan hasil penelusuran, materi yang diduga diplagiasi justru mayoritas berasal dari skripsi dan penelitian dengan jenjang akademik yang lebih rendah," lanjut dia.

        Ia juga mengemukakan dugaan lain terkait proses penyusunan disertasi Roy Suryo. Menurutnya, terdapat indikasi bahwa karya ilmiah tersebut tidak sepenuhnya disusun secara mandiri.

        "Selain masalah plagiarisme, muncul pula indikasi bahwa disertasi ini tidak disusun secara mandiri oleh yang bersangkutan. Ada dugaan kuat mengenai keterlibatan pihak ketiga dalam pengolahan data, bahkan validitas surveinya pun diragukan," bebernya.

        Baca Juga: Sosok Ini Pernah Ditawari Rp3 M agar Akui Ijazah Jokowi Asli: Demi Allah!

        Lebih lanjut, Josua mempertanyakan kelengkapan dokumen penelitian yang digunakan dalam disertasi tersebut, khususnya mengenai survei di BPJS yang menjadi objek penelitian. Ia menilai tidak ditemukan dokumen resmi yang lazim dilampirkan dalam penelitian akademik.

        "Hal ini diperkuat dengan tidak adanya surat izin atau tanda terima resmi dari pihak BPJS selaku objek penelitian. Berbeda dengan standar penelitian di UNJ yang mewajibkan lampiran surat izin survei resmi dari lembaga terkait," terangnya.

        "Saudara RS hanya melampirkan surat keterangan yang dibuatnya sendiri tanpa tujuan instansi BPJS yang jelas," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: