Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Samuel Sekuritas Lepas 281,29 Juta Saham Sentul City, Kini Tersisa Berapa?

        Samuel Sekuritas Lepas 281,29 Juta Saham Sentul City, Kini Tersisa Berapa? Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Samuel Sekuritas Indonesia kembali melakukan aksi divestasi atas kepemilikan sahamnya di PT Sentul City Tbk (BKSL). Perusahaan sekuritas tersebut tercatat melepas 281,29 juta saham BKSL melalui transaksi di pasar reguler.

        Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi penjualan tersebut berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026.

        Samuel Sekuritas menjual sebanyak 281.290.000 saham BKSL dengan harga Rp74 per lembar. Dari transaksi tersebut, perseroan diperkirakan mengantongi dana sekitar Rp20,82 miliar.

        Setelah transaksi ini, kepemilikan Samuel Sekuritas di BKSL berkurang dari 9,524 miliar saham atau 5,68 persen menjadi 9,243 miliar saham, setara 5,51 persen dari total saham yang beredar.

        Manajemen BKSL menjelaskan, pelepasan saham tersebut dilakukan dalam rangka penyelesaian transaksi repurchase agreement (repo). Seluruh saham yang dialihkan merupakan saham biasa milik Samuel Sekuritas.

        Baca Juga: Penjualan Tembus Rp1 Triliun, Laba Bersih Fore Kopi Naik 34% pada Semester I-2026

        Baca Juga: BEI: Ada 4 Calon Emiten yang Masuk Antrean IPO

        Baca Juga: Perusahaan Haji Isam JARR Akui Beli 3.500 Ton CPO Sitaan Negara, Nilainya Rp53,58 Miliar

        Pada perdagangan Senin (20/7/2026), saham emiten properti tersebut diperdagangkan di kisaran Rp68 hingga Rp69 per saham, lebih tinggi dibandingkan harga penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp67 per saham.

        Dengan transaksi ini, Samuel Sekuritas masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham utama BKSL. Namun, aksi divestasi tersebut semakin memperkecil porsi kepemilikannya di emiten properti tersebut hingga mendekati batas kepemilikan 5 persen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: