Kredit Foto: Dokumentasi Kementerian Pertanian
Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan uji laboratorium untuk menguji kualitas kandungan vitamin pada beras berlabel fortifikasi.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa pihaknya menggunakan antara lima hingga sepuluh laboratorium untuk memvalidasi kualitas komoditas beras fortifikasi tersebut.
"Oleh karena itu, sekarang kami gunakan lab banyak seperti dulu, mungkin sampai 5 sampai 10 lab kita gunakan," jelas Mentan Amran saat doorstop bersama wartawan di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).
Amran mengungkapkan, berdasarkan hasil pengujian dari tiga laboratorium yang telah keluar, mayoritas sampel yang diuji terbukti tidak memenuhi standar gizi fortifikasi.
"Ini sudah ada 3 lab keluar hasilnya, itu 80% bukan beras fortifikasi atau tidak sesuai standar. Tentu ini kita tindaklanjuti dan proses," katanya.
Kementan menemukan bahwa baik beras fortifikasi yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar mayoritas melakukan penyimpangan mutu gizi. Temuan uji laboratorium ini dipastikan akan bermuara pada penindakan hukum secara tegas.
Sebelumnya, Kementan menyoroti adanya pergeseran modus operasi mafia pangan ke komoditas beras fortifikasi di pasaran. Beras yang seharusnya diperuntukkan bagi perbaikan gizi masyarakat ini justru dijual dengan harga yang sangat tidak rasional.
Mentan Amran menuturkan temuan di mana harga beras berlabel fortifikasi melonjak drastis secara tidak wajar.
"Ternyata ada harganya sampai Rp 42.000 oer satu kilogram (kg). Ini kan tidak masuk akal, ini akal-akalan," jelas Mentan Amran dalam kesempatan yang sama.
Baca Juga: Sikat Habis Mafia Pangan, Mentan Amran Beberkan 39 Tersangka Termasuk Pejabat Internal Kementan
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Amran Siapkan Bibit Gratis dan Pengolahan Lahan bagi Pesantren
Menurut Amran, secara logika ekonomi, beras yang diperkaya vitamin khusus bagi masyarakat menengah ke bawah tersebut seharusnya dibanderol dengan harga murah. Idealnya, harga beras fortifikasi sama dengan beras medium atau hanya sedikit lebih mahal akibat penambahan vitamin.
"Apa itu fortifikasi? Adalah beras yang diberikan vitamin-vitamin khusus, itu untuk kelas menengah ke bawah atau saudara kita yang stunting atau kekurangan gizi, kekurangan vitamin, dan seterusnya," tutur Amran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra