Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bank Tanah Targetkan Pendapatan Rp168 Miliar pada 2026, Semester I Baru Rp78 Miliar

        Bank Tanah Targetkan Pendapatan Rp168 Miliar pada 2026, Semester I Baru Rp78 Miliar Kredit Foto: Dian Ihsan
        Warta Ekonomi, Cianjur -

        Badan Bank Tanah menargetkan pendapatan sebesar Rp168 miliar sepanjang 2026. Namun, pendapatan lembaga tersebut baru mencapai Rp78 miliar hingga semester I-2026.

        Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudradjat, mengatakan pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar target pendapatan hingga akhir tahun. Sejumlah lahan saat ini tengah diproses untuk dikembangkan melalui skema pemanfaatan baru.

        "Pendapatan Badan Bank Tanah pada semester pertama 2026 baru mencapai Rp78 miliar dari target Rp168 miliar sepanjang tahun ini," ujar Hakiki saat bertemu media di Batulawang, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Jumat (21/8/2026).

        Dengan capaian tersebut, realisasi pendapatan hingga Juni 2026 baru sekitar 46,4% dari target tahunan. Artinya, Badan Bank Tanah masih perlu membukukan sekitar Rp90 miliar pada semester II untuk mencapai target Rp168 miliar.

        Hakiki mengatakan pengembangan dan pemanfaatan lahan menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk meningkatkan kinerja Badan Bank Tanah sekaligus mengejar target pendapatan tersebut.

        Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah skema closed loop dalam program pemberdayaan lahan. Melalui pola ini, pengelolaan lahan tidak berhenti pada tahap penyediaan tanah, tetapi dilanjutkan dengan pembibitan, pendampingan budidaya, hingga memastikan hasil produksi memiliki pembeli.

        Menurut Hakiki, keberadaan off-taker menjadi bagian penting dalam skema tersebut. Dengan adanya pembeli yang sudah disiapkan sejak awal, hasil pertanian dan peternakan masyarakat diharapkan dapat terserap dengan harga yang wajar.

        "Kriteria off-taker itu yang mampu beli dari masyarakat dengan harga yang pasar, bukan harga neken," kata Hakiki.

        Skema tersebut sekaligus ditujukan untuk mengurangi ketergantungan petani kecil terhadap tengkulak. Selain menjaga harga jual, distribusi juga dapat dibuat lebih efisien karena hasil produksi bisa langsung diserap oleh komunitas di sekitar kawasan tanpa harus dikirim ke kota.

        HPL Bank Tanah di Jabar Diproyeksi Capai 5.000 Hektar

        Program pemanfaatan lahan Badan Bank Tanah sendiri mencakup wilayah yang cukup luas. Di Jawa Barat, berdasarkan evaluasi hingga Semester I-2026, perolehan Hak Pengelolaan (HPL) Badan Bank Tanah telah mencapai sekitar 4.000 hektar.

        Proses perolehan lahan tambahan masih berlangsung di sejumlah daerah, termasuk Sumedang dan Garut. Hakiki memperkirakan total HPL Badan Bank Tanah di Jawa Barat dapat mencapai sekitar 5.000 hektar hingga akhir 2026.

        Baca Juga: Reforma Agraria di Cianjur: 980 Hektar Lahan Sengketa Sudah Digarap Warga dan Jadi Nilai Ekonomi

        Baca Juga: Tanggap Bencana Gempa NTT, Pertamina Patra Niaga Kirim Logistik hingga Genset untuk Korban

        Baca Juga: FTSE Russell Rombak Saham Indonesia, Ini Komposisi Barunya

        Sementara secara nasional, total HPL yang dikuasai Badan Bank Tanah saat ini sekitar 35.000 hektar. Jumlah tersebut relatif tidak banyak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.

        Di sisi lain, Badan Bank Tanah juga menjalankan program reforma agraria. Untuk tahun ini, lembaga tersebut menargetkan sekitar 150.000 bidang tanah untuk program redistribusi, dengan perkembangan pelaksanaannya terus dipantau di berbagai daerah.

        Adapun dari sisi pendanaan, total modal yang telah dikucurkan negara kepada Badan Bank Tanah sejak lembaga tersebut berdiri mencapai sekitar Rp1,5 triliun.

        Dengan dukungan aset lahan yang terus dikembangkan dan sejumlah skema pemanfaatan baru yang tengah disiapkan, Badan Bank Tanah berharap dapat meningkatkan kontribusi pendapatan sekaligus memastikan lahan yang dikelola memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: