Kredit Foto: Istimewa
Perubahan regulasi, tuntutan mitra bisnis, hingga peningkatan kesadaran publik terhadap isu keberlanjutan mendorong perusahaan untuk mulai mengintegrasikan penerapan environmental, social, and governance (ESG) ke dalam strategi bisnis.
CEO BDO di Indonesia, Thano Tanubrata, mengatakan perusahaan di Indonesia masih perlu meningkatkan pemahaman mengenai peran strategis ESG. Menurutnya, penerapan ESG yang terintegrasi dengan strategi bisnis dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan, baik dalam memenuhi kebutuhan bisnis jangka pendek hingga membangun ketahanan usaha dalam jangka panjang.
“Kami meyakini jika diintegrasikan secara benar maka ESG akan membawa dampak positif bagi perusahaan baik untuk strategi jangka pendek ataupun jangka panjang,” katanya dalam wawancara tertulis yang diterima di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Thano menilai perkembangan penerapan ESG di Indonesia telah menunjukkan kemajuan apabila dibandingkan dengan empat hingga lima tahun lalu. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya perhatian regulator terhadap praktik keberlanjutan dan tata kelola perusahaan yang diikuti dengan penerbitan berbagai regulasi untuk mendorong peningkatan standar penerapan ESG.
Meski demikian, ia mengakui implementasi ESG di Indonesia masih tertinggal apabila dibandingkan dengan negara-negara maju khususnya yang terdapat di kawasan Eropa. Kesenjangan tersebut menunjukkan perlu ada penguatan pemahaman, komitmen, serta kapasitas perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis.
“Masih ada gap (penerapan ESG di Indonesia) jika dibandingkan dengan beberapa negara di Eropa,” sebutnya.
Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah masih ada perusahaan yang memandang implementasi ESG sebagai sebatas kewajiban untuk memenuhi ketentuan regulator. Padahal, penerapan ESG yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat strategis, mulai dari meningkatkan reputasi perusahaan, memperluas akses kemitraan, hingga memperkuat daya saing perusahaan di pasar global.
Ia mencontohkan, aspek keberlanjutan kini turut menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan para tenaga kerja profesional ketika memilih tempat bekerja. Perusahaan yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab sosial memiliki daya tarik lebih besar bagi talenta berkualitas.
“Sebagai contoh saat ini para talent lebih memilih untuk bekerja pada perusahaan yang memiliki kepedulian pada keberlanjutan lingkungan. Selain itu, banyak perusahaan di level global yang hanya bersedia melakukan kerja sama bisnis dengan perusahaan yang menerapkan ESG,” paparnya.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, BDO di Indonesia mengembangkan layanan konsultasi untuk membantu perusahaan mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam kegiatan operasional maupun strategi bisnis.
Thano menyampaikan, pendampingan kepada perusahaan diberikan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, penyusunan peta jalan (roadmap), pengembangan strategi, hingga pelatihan mengenai ESG dan sustainability.
“BDO siap membantu perusahaan secara end-to-end mulai dari perencanaan, pembuatan roadmap dan strategi, hingga pelatihan dengan topik ESG dan sustainability,” tegasnya.
Rekam Jejak Hampir Lima Dekade
Komitmen BDO di Indonesia dalam mendukung transformasi bisnis dan penerapan ESG di perusahaan turut ditopang oleh pengalaman panjang selama 47 tahun di industri jasa profesional nasional.
Perlu diketahui, BDO di Indonesia berawal dari Kantor Akuntan RB Tanubrata yang berdiri pada tahun 1979 silam. Kemudian pada tahun 1992 BDO International menunjuk kantor tersebut sebagai perwakilan di Indonesia. Perjalanan panjang tersebut menjadi fondasi bagi BDO di Indonesia dalam menghadirkan kualitas layanan, memperkuat integritas, serta menyesuaikan kompetensi dengan kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.
Thano Tanubrata menjelaskan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), penerapan standar internasional, serta pemanfaatan teknologi menjadi tiga aspek utama dalam menjaga daya saing BDO di Indonesia di tengah dinamika industri jasa profesional.
Ia mengatakan bahwa SDM merupakan aset utama perusahaan jasa profesional. BDO di Indonesia secara rutin memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan teknis maupun nonteknis bagi karyawan.
“Kami terus memberikan pelatihan secara rutin dan terstruktur kepada karyawan baik dari soft skill maupun hard skill agar kami bisa memberikan pelayanan terbaik kepada klien dan up to date dengan perkembangan yang ada,” katanya.
Selain pengembangan kompetensi internal, BDO di Indonesia mengoptimalkan jaringan internasional untuk memperluas perspektif dan meningkatkan kualitas layanan kepada klien. Melalui jaringan global tersebut, klien dapat memperoleh akses terhadap keahlian profesional di Indonesia sekaligus memanfaatkan pengalaman, pengetahuan, dan praktik bisnis terbaik dari berbagai negara.
Ia menambahkan, setiap layanan yang diberikan BDO di Indonesia mengacu pada standar profesional yang ditetapkan BDO International, termasuk dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses penyampaian layanan (service delivery) kepada klien.
Thano menjelaskan bahwa BDO di Indonesia telah mengimplementasikan platform digital secara komprehensif, salah satunya di dalam proses audit. Inovasi platform digital ini secara khusus membantu kelancaran proses audit bagi perusahaan multinasional. Melalui sistem tersebut, audit yang dilakukan di banyak negara dapat terintegrasi dengan baik sehingga proses audit berjalan sesuai dengan standar yang berlaku.
Guna terus menjaga daya saing dan menghadirkan solusi terdepan di era digital, saat ini pun BDO di Indonesia juga telah mulai mengadopsi teknologi agentic AI (Artificial Intelligence) untuk semakin mengoptimalkan kualitas layanan kepada para klien.
“Kami memberikan service sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh BDO Internasional, termasuk pada penggunaan teknologi hingga pemanfaatan agentic AI dalam mendukung service delivery kepada klien,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa standar internasional tersebut tetap disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan regulasi di Indonesia. Pendekatan tersebut memungkinkan BDO di Indonesia membantu perusahaan domestik mengadopsi praktik bisnis terbaik internasional tanpa mengabaikan ketentuan dan kondisi pasar nasional.
“Dengan insight yang didapat dari jaringan internasional BDO di ratusan negara, kami menjadi jembatan agar perusahaan-perusahaan di Indonesia bisa mengikuti dan beradaptasi dengan best practice yang ada di luar namun tetap sesuai dengan regulasi yang ada di Indonesia,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Redaksi
Tag Terkait: