Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Back to School, Hampir 1,5 Juta Pelajar Wuhan Sekolah Lagi

Back to School, Hampir 1,5 Juta Pelajar Wuhan Sekolah Lagi Kredit Foto: Unsplash/Zhang Kaiyv
Warta Ekonomi, Beijing -

Sekitar 1,4 juta pelajar di Wuhan kembali ke sekolah. Kementerian Keamanan Publik China (MPS) memperketat pengamanan dengan membangun 150 ribu unit pos pengamanan (pospam) di sekitar sekolahan dan kampus.

Otoritas pendidikan Kota Wuhan, Senin (31/8/2020), menyebutkan 2.842 sekolahan, mulai taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah, sudah kembali buka seperti sedia kala. Selain itu, 83 perguruan tinggi di ibu kota Provinsi Hubei yang terkena wabah Covid-19 paling parah hingga ditutup total (lockdown) selama 76 hari, juga akan mulai dibuka secara bertahap pada September setelah penyebaran virus benar-benar teratasi.

Baca Juga: Viral Pesta Besar Warga Wuhan yang Bikin Netizen Geram

Dengan pembukaan kembali sekolah, Wuhan sudah bisa mendeklarasikan kepada dunia atas kemampuannya memenangi pertempuran melawan Covid-19, tulis media resmi setempat.

Tujuh bulan yang lalu, Wuhan telah menciptakan beragam kenangan bagi masyarakat dengan penderitaan, cinta, dan tata kehidupan yang baru.

"Kami meninggalkan sekolah dan pulang ke kampung halaman pada 10 Januari. Lalu diam di rumah untuk mengambil kelas daring selama lebih dari enam bulan yang memang menjadi pengalaman baru, tapi tidak sebaik belajar di dalam kampus," kata Yan Jiarui, mahasiswa tingkat dua Wuhan University.

Sementara itu, MPS, yang bertanggung jawab atas keamanan publik di China dengan tugas yang sama dengan kepolisian, memperketat pengaman di sekitar kampus pada saat musim kembali ke sekolah pascawabah. Pemerintah daerah dan sekolahan diinstruksikan mendirikan pos-pos keamanan untuk menjamin keamanan pelajar, terutama pada jam-jam sibuk, kata juru bicara MPS, Zhang Ming.

"Hotel, rumah sewa, dan kafe internet di sekitar kampus harus bersih dari potensi bahaya dan berbagai persoalan terkait sekolah harus segera diselesaikan," ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel: