Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ciamik! Saham Dua Perusahaan Milik Hary Tanoe dan Chairul Tanjung Jadi Rebutan Investor

Ciamik! Saham Dua Perusahaan Milik Hary Tanoe dan Chairul Tanjung Jadi Rebutan Investor Kredit Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham dua perusahaan milik Konglomerat Indonesia yang berbisnis media, Hary Tanoesoedibjo dan Chairul Tanjung pada perdagangan hari ini menjadi rebutan para investor.

Dari data perdagangan di Bursa Efek indonesia (BEI) tercatat bila harga saham perusahaan investasi milik Hary Tanoe yakni PT MNC Investama Tbk (BHIT) meroket 33,33% atau 18 poin ke posisi Rp72 per saham.

Seperti diketahui, MNC Investama rela merogoh kocek hingga sebesar Rp675 miliar untuk membeli kembali  5 miliar saham atau 20% dari jumlah modal disetor dan ditempatkan dalam perseroan.

Baca Juga: The Power of Chairul Tanjung: Bank Harda Klepek-Klepek!

Hal yang sama terjadi pada saham PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) yang akan segera menjadi milik Chairul Tanjung. Investor berbondong-bondong membeli saham BBHI hingga melejit 24,32% atau 54 poin ke harga Rp276 per saham.

Selain kedua saham tersebut adapula saham PT Panin Bank Syariah Tbk (PNBS) yang melonjak 16 poin atau 23,88% ke harga Rp83 per saham. Kemudian, PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CMBF) yang sprint 90 poin atau 23,68% ke Rp470 per saham. Dan, PT Prima Cakrawala Abadi Tbk yang melesat 64 poin atau 22,07% hingga berakhir di Rp354 per saham.

Baca Juga: Perusahaan Investasi Hary Tanoe Bakal Borong Saham di Masyarakat, Nilainya Gak Main-main!

Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba ambruk secara drastis pada awal perdagangan sesi kedua, Rabu, 4 November 2020. Keperkasaan yang sejak pagi ditunjukkan berubah menjadi keterpurukan dengan koreksi 1,05% ke level 5.105,19 pada penutupan sesi II. 

Level tersbut sekaligus menjadi yang paling rendah sepanjang perdagangan hari ini. Padahal, sebelumnya IHSG menguat hingga ke level tertinggi di 5.188,01. IHSG sulit untuk kembali ke zona hijau karena suntikan dana asing menipis hingga tersisa sebesar Rp23,67 miliar

Baca Juga: Bank Mandiri Proyeksi Ekonomi Tumbuh Lebih Tinggi di Kuartal III 2022

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Advertisement

Bagikan Artikel: