Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Masalah BBM Dinilai Makin Ruwet, Pakar Singgung Peralihan ke Kendaraan Listrik

Masalah BBM Dinilai Makin Ruwet, Pakar Singgung Peralihan ke Kendaraan Listrik Kredit Foto: Unsplash/ Jannis Lucas
Warta Ekonomi, Jakarta -

Per tanggal 1 Juli 2022 nanti, masyarakat yang ingin membeli BBM jenis Pertalite dan Solar harus menggunakan aplikasi MyPertamina.

Diantara alasan mengenai kebijakan tersebut adalah untuk menyesuaikan konsumen yang berhak menerima Pertalite. Tentu kebijakan ini mendapat respons beragam dari masyarakat antara lain kebijakan ini dianggap mempersulit masyarakat.

Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute mengungkapkan ada sejumlah indikator yang menggambarkan kebijakan ini kemungkinan tidak efektif, di antaranya adalah akses ke aplikasi untuk mendaftar sebelum membeli pertalite dan solar.

“Tidak semua masyarakat kelas bawah mempunyai perangkat smartphone yang tentunya mereka akan termarginalkan dan tidak mempunyai akses untuk mendapatkan bahan bakar. Untuk masyarakat miskin, beli bahan bakar saja sudah kesusahan apalagi beli smartphone. Tentunya akan ada golongan masyarakat yang merasa diperlakukan tidak adil,” ujar Achmad dalalam keterangan resmi yang diterima redaksi wartaekonomi.co.id, Selasa (28/6/22).

Achmad menyinggung soal status BBM bersubsidi dan non subsidi.

Baca Juga: Langkah Hotman Paris Temui Ketua MUI Terkait Ulah Holywings Dinilai Pakar Sudah Tepat: Langkah Hukum Terus Berlanjut!

Menurutnya adanya dua harga tersebut bisa menimbulkan dengan apa yang disebut dengan distorsi harga.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan