Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mengulik Alasan Erdogan Restui Finlandia dan Swedia Masuk NATO

Mengulik Alasan Erdogan Restui Finlandia dan Swedia Masuk NATO Kredit Foto: Reuters/Valentyn Ogirenko
Warta Ekonomi, Ankara -

Turki akhirnya mau mendukung keanggotaan Finlandia dan Swedia di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Perubahan sikap itu disampaikan dalam pertemuan pejabat Turki dengan Finlandia dan Swedia menjelang KTT NATO di Madrid, Spanyol, Selasa (28/6).

Pertemuan yang dimediasi Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menjadi terobosan untuk menghindari kebuntuan memalukan pada pertemuan 30 pemimpin NATO yang menunjukkan tekad melawan Rusia.

Baca Juga: Boom! Mendadak Rusia Bagi-bagikan Titik Koordinat Pentagon dan NATO Gara-gara...

Presiden Finlandia Sauli Niinisto mengatakan, dirinya sudah bertemu Presiden Recep Tayyip Erdogan juga Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson membahas masalah ini. 

“Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, para menteri luar negeri kami menandatangani memorandum trilateral yang menegaskan bahwa Turkiye (Turki), akan mendukung pengajuan Finlandia dan Swedia untuk menjadi anggota NATO," terangnya dilansir Reuters, Rabu (29/6).

Turki menyatakan setuju untuk mendukung Finlandia dan Swedia bergabung dengan aliansi militer NATO setelah berminggu-minggu mengancam akan memveto keanggotaan kedua negara Skandinavia itu.

Stotelnberg dalam keterangan pers terpisah mengungkapkan rasa senangnya dengan keputusan Turki itu.

"Saya senang mengumumkan bahwa kami sekarang memiliki kesepakatan yang membuka jalan bagi Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO," terangnya dikutip Agence France-Presse (AFP), Rabu.

"Turki, Finlandia dan Swedia telah menandatangani sebuah memorandum yang membahas keprihatinan Turki, termasuk seputar ekspor senjata, dan perang melawan terorisme," sambungya, membahas apa yang membuat Turki risau selama ini. 

Stoltenberg mengungkap syarat kesepakatan sehingga membuat Turki melunak. Yakni permintaan ekstradisi Turki dan mengubah undang-undang Swedia dan Finlandia untuk memperkuat pendekatan terhadap kelompok yang dianggap Ankara sebagai ancaman. Kedua negara Nordik itu juga akan mencabut pembatasan penjualan senjata ke Turki.

Turki telah menyuarakan keprihatinan serius bahwa Swedia telah menyembunyikan anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, yang mengangkat senjata melawan negara Turki pada tahun 1984. Stockholm telah membantah tuduhan itu.  Swedia dan Finlandia disebut menunjukkan solidaritas dengan Turki dalam perang melawan terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.

Dengan keputusan Turki, Stoltenberg mengatakan, 30 pemimpin NATO akan mengundang Finlandia, yang berbagi perbatasan 1.300 km dengan Rusia, dan Swedia untuk bergabung dengan NATO dan mereka akan menjadi undangan resmi.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga memuji kesepakatan Turki untuk membatalkan keberatannya terhadap keanggotaan Finlandia dan Swedia di NATO.

"Berita fantastis saat kita memulai KTT NATO. Keanggotaan Swedia dan Finlandia akan membuat aliansi brilian kita lebih kuat dan lebih aman," tulis Johnson di Twitter, Selasa (28/6).

Seperti diketahui, alasan utama Turki menjegal keanggotaan Finlandia dan Swedia adalah kedua negara itu dianggap melindungi anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK), organisasi yang dimasukkan Turki ke dalam daftar teroris,

Turki mendesak kedua negara untuk mengubah UU di bidang kontra-terorisme dan industri pertahanan. Finlandia dan Swedia pada 18 Mei lalu resmi mendaftar sebagai anggota NATO, mengakhiri sikap netral yang dipertahankan selama puluhan tahun. Keputusan kedua negara itu tak lepas dari invasi Rusia ke Ukraina.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan