Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

C20 Sebut Dialog Keuangan di G20 Masih Eksklusif: Belum Libatkan Masyarakat Sipil

C20 Sebut Dialog Keuangan di G20 Masih Eksklusif: Belum Libatkan Masyarakat Sipil Kredit Foto: Screenshot
Warta Ekonomi, Jakarta -

Civil 20 (C20), melalui kelompok kerja Pajak dan Keuangan Berkelanjutan (Taxation & Sustainable Finance), mengatakan diskusi mengenai keuangan di G20 masih cukup eksklusif.

Pasalnya, diskusi lebih mengutamakan dialog dengan sektor keuangan swasta tanpa melibatkan kelompok masyarakat sipil.

"Dokumen pertemuan maupun forum yang dipimpin oleh G20 menurut kami masih belum inklusif dan transparan. Keterlibatan pemangku kepentingan di G20 lebih mengutamakan dialog dengan sektor swasta dan dijalankan secara eksklusif tanpa melibatkan kelompok masyarakat sipil," kata Lutfia Hanim, perwakilan dari kelompok kerja Pajak dan Keuangan Berkelanjutan C20, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/6/2022).

Baca Juga: C20: Diskusi Lingkungan di G20 Masih Lebih Banyak Fokus ke Negara Maju

Dia kemudian menjelaskan bahwa negara-negara G7 telah menyepakati besaran pajak perusahaan minimum global sebesar 15% pada tahun lalu. Proposal G7 ini juga akan mengecualikan sebagian besar perusahaan digital dari proses pajak.

"Karena aturan yang disepakati oleh G7 ini hanya akan berlaku untuk perusahaan multinasional yang terbesar dan juga yang paling menguntungkan," pungkasnya.

Oleh karena itu, C20 mendorong agar G20 kembali mengambil kepemimpinan untuk melakukan reformasi sistem perpajakan yang mempertimbangan pembentukan badan perpajakan di bawah PBB yang lebih mengikat di seluruh negara.

"Jadi, bukan hanya usulannya G20, tetapi bagaimana itu bisa dibawa ke proses yang lebih inklusif di PBB," tuturnya.

Baca Juga: Nah Lho! Kompolnas Belum Temukan Dalang Penembakan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan, Eh Ada yang Nyeletuk: Sedang Nyari Pasal yang Pas...

Penulis: Imamatul Silfia
Editor: Rosmayanti

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: