Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hati-hati Publikasi Data Pribadi di Media Sosial, Bisa Jadi Modal Penipu di Dunia Digital

Hati-hati Publikasi Data Pribadi di Media Sosial, Bisa Jadi Modal Penipu di Dunia Digital Kredit Foto: Unsplash/Mert Kahveci
Warta Ekonomi, Jakarta -

Teknologi informasi berkembang secara masif. Perubahan gaya hidup menjadi serba digital menawarkan kemudahan dan kepraktisan dalam beraktivitas. Di sisi lain, tingginya aktivitas digital juga membuka potensi buruk, seperti pencurian dan penipuan. Sehingga masyarakat perlu mewaspadai modus-modus baru yang muncul seiring perkembangan teknologi.

“Modus atau caranya semakin hari makin banyak,” kata Founder-Komisaris Lenere Business Suite, Eko Prasetyo saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Rabu (3/8/2022).

Baca Juga: Jawara di Asia Tenggara, Indonesia Sumbang 40% Pangsa Ekonomi Digital ASEAN

Sekarang ini pelaku kejahatan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melakukan aksinya. Teknik pengelabuan atau pencurian data misalnya, pelaku melihat foto-foto yang korban publikasikan di media sosial. Dari sini data pribadi seperti alamat rumah, nama, tanggal lahir, dan lain sebagainya. Kemudian, Eko melanjutkan, pelaku bisamengumpulkan data-data lainnya dan diolah sehingga mendapatkan data pribadi seutuhnya.

Di sisi lain, pelaku juga bisa melakukan Scam. Penipu beraksi melalui telepon, email, messaging, dan lain sebagainya. Tujuan pada umumnya untuk mendapatkan uang dari pada korban.

“Secara lingkup perjalanan memang panjang, tapi proses diolah perlahan-lahan dan cukup berbahaya. Sangat disarankan untuk berhati-hati ketika mau melakukan publikasi,” kata Eko.

Baca Juga: Ada yang Lebih Penting dari Rumah Sehat, Anies Baswedan Harus Simak!

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Baca Juga: OJK Bakal Evaluasi Semua Produk Saving Plan di Industri Asuransi

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: