Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Benny Mamoto Dibully karena 'Teriak' Tak Ada Kejanggalan di Kasus Brigadir J, Rocky Gerung Sarankan untuk Refleksi: Mesti Minta Maaf dan…

Benny Mamoto Dibully karena 'Teriak' Tak Ada Kejanggalan di Kasus Brigadir J, Rocky Gerung Sarankan untuk Refleksi: Mesti Minta Maaf dan… Kredit Foto: Antara/Reno Esnir
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto habis dibully khususnya oleh warganet seiring dengan pengumuman Kapolri terkait kasus Brigadir J. Konfrensi Pers yang langsung diisi oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo membongkar apa yang sebenarnya terjadi di TKP yang berlokasi di duren 3. 

Ditemukan bahwa klaim tembak menembak tidak pernah terjadi yang artinya hanya ada penembakan atau pembunuhan. Di sinilah peran Ferdy Sambo yang memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J.

Benny Mamoto dalam beberapa kesempatan di awal kasus ini menyebut bahwa tidak ada kejanggalan dan membenarkan klaim awal terjadi tembak menembak termasuk kalim bahwa Bharada E adalah seorang jago tembak.

Mengenai heboh Benny Mamoto yang habis dibully ini, Pengamat Politik Rocky Gerung angkat suara. Lewat video di kanal YouTube miliknya (Rocky Gerung Official) yang juga bersama oleh Hersubeno Arief dari Forum News Network (FNN), Rocky menyebut bahwa Benny Mamoto harus menginstropeksi diri atas datangnya “hujatan” kepada dirinya.

“Pak Benny Mamoto harus bikin refleksi, ‘kenapa kalimat itu muncul?’, ujar Rocky melalui kanal Youtubenya, dikutip Kamis (11/8/22).

Baca Juga: Relawan Jokowi Tiga Periode Makin “Menggila” Mau Geruduk MPR, Rocky Gerung Kasih Respons Menohok: Ngaco, Inkonstitusional, Memalukan!

Menurut Rocky, jika apa yang disampaikan oleh Benny Mamoto “baik” tentu masyarakat akan menerima dan tidak mempersalahkan.

Atas desakan mundur dari Kompolnas oleh Masyarakat, menurut Rocky jika memang tak ada jalan atau pilihan untuk Benny Mamoto mundur, maka dia perlu “membela diri” atau membeberkan alasan logisnya berkata demikian di awal kasus.

“Apakah itu kalimat dia atau dia mengungkapkan sesutau dalam konteks? Tapi saudah keburu terbaca bahwa keterangan Benny Mamoto itu sama dengan keterangan awal dari Kapolres Jakarta Selatan. Jadi sebetulnya orang menganggap ‘kok Pak Benny tidak melakukan verivikasi?’,” jelas Rocky.

Menurut Rocky, hak publik untuk mendapatkan standar etis dari para pihak yang berwenang.

Untuk itu Rocky juga menganggap bahwa yang paling bagus adalah Benny Mamoto harus minta maaf dan mengundurkan diri.

Baca Juga: Waduh! Berniat Usulkan Ganjar, Politikus PDIP Ini Minta PAN Berhati-hati

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: