Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pasar Kripto Berpotensi Terdampak, Trader Bitcoin Perlu Waspadai Inflasi!

Pasar Kripto Berpotensi Terdampak, Trader Bitcoin Perlu Waspadai Inflasi! Kredit Foto: Unsplash/Jeremy Bezanger
Warta Ekonomi, Jakarta -

Inflasi kini tengah menjadi tantangan besar bagi banyak negara, termasuk negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Inggris pun menjadi salah satunya, dengan melonjaknya biaya hidup menjadi 10,1% pada bulan Juli dan diperkirakan inflasi akan terus naik mencapai 13% di akhir tahun ini.

Sebagai cara untuk mengatasi gejolak ekonomi akibat inflasi, bank sentral Inggris atau Bank of England (BoE) dapat menaikkan suku bunga lebih tinggi yang tentu akan membuat poundsterling menjadi kuat nilainya di pasar valuta asing. Jika ini ternyata, dolar AS akan melemah karena konsumen harus membayar lebih untuk impor dalam bentuk dar dan inflasi domestik dapat mengalami peningkatan. 

Hal ini tentunya akan menjadi sebuah tekanan untuk pasar aset beresiko, termasuk kripto sehingga para trader Bitcoin (BTC) perlu memperhatikan dinamika inflasi yang akan terjadi.

Baca Juga: Harga Aset Kripto Naik, Penambang Bitcoin Alami Kenaikan Harga Saham sampai 120%

Dilansir dari Coindesk pada Kamis (18/8/2022), suku bunga di Inggris saat ini berada di 1,75% dan diperkirakan akan membuat biaya pinjaman naik di atas 2% pada akhir tahun dan melebihi 2,6% pada akhir 2023.

Sedikit berbeda dengan Inggris yang tengah alami inflasi, saat ini perekonomian AS nampaknya terlihat lega karena adanya laporan perlambatan kenaikan harga. Namun meskipun begitu, hal ini pun dapat menjadi kekhawatiran tertentu karena apakah perlambatan saat ini hanya memang akan membuat gejolak inflasi mereda atau justru hanya penangguhan sementara sebelum inflasi akan mulai naik kembali.

Apabila inflasi terus terjadi dan bank sentral dapat menjalankan otoritasnya untuk memperlambat atau membalikkan percetakan uang dan memperketat kondisi moneter, maka harga aset berisiko akan mengalami banyak tekanan, mulai dari saham hingga nilai cryptocurrency.

Baca Juga: Ditunjuk Jadi Dirut Baru BTPN, Ini Perjalanan Karir Henoch Munandar

Penulis: Tri Nurdianti
Editor: Rosmayanti

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: