Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Miliarder AS Ungkap Penyebab Inflasi yang Semakin Buruk: Kami Mencetak Terlalu Banyak Uang

Miliarder AS Ungkap Penyebab Inflasi yang Semakin Buruk: Kami Mencetak Terlalu Banyak Uang Kredit Foto: REUTERS/Brendan McDermid

Roma terkenal mengalami hiperinflasi setelah serangkaian kaisar menurunkan kandungan perak mata uang mereka, dinar. Situasi kemudian memburuk secara dramatis setelah Kaisar Diocletian menerapkan kontrol harga dan koin baru yang disebut argenteus, yang nilainya setara dengan 50 dinar.

Hasil dari kebijakan kaisar Romawi yang tidak berkelanjutan adalah tingkat inflasi sebesar 15.000% antara tahun 200 dan 300 M, menurut perkiraan beberapa sejarawan.

Icahn mengatakan bahwa inflasi seperti ini sangat mengkhawatirkannya sehingga dia ingin melihat Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 1% penuh pada hari Rabu, daripada kenaikan 75 basis poin yang diumumkan Powell.

Namun terlepas dari ketakutan inflasi, investor miliarder itu telah melindungi portofolionya dengan strategi derivatif untuk membatasi risiko pasar dan meningkatkan keuntungan selama penurunan pasar.

Nilai aset bersih Icahn Enterprises melonjak 30% atau USD1,5 miliar (Rp22,5 triliun) dalam enam bulan pertama tahun 2022.

Menurutnya, masih ada saham-saham yang terlihat menarik di pasar saat ini, namun ia mengingatkan investor untuk tidak terlalu cepat rakus.

Baca Juga: Bank Bjb Jadi Sponsor BI - Fast Bank Jambi

Halaman:

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: