Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Menko Luhut Tinjau Venue Gelaran KTT G20 di Bali

Menko Luhut Tinjau Venue Gelaran KTT G20 di Bali Kredit Foto: Kemenko Marves

Setelah melakukan simulasi, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Penyelenggaraan KTT G20 Indonesia Tahun 2022 yang berlangsung di Candi Ballroom Hotel Apurva Kempinski, Bali.

Rapat yang dipimpin Luhut ini membahas isu-isu penting terkait persiapan penyelenggaraan KTT G20, di antaranya, terkait skenario rencana operasi bandara untuk KTT G20, slot parkir pesawat VVIP, negara yang perlu diberikan privilage untuk parkir di Bandara Ngurah Rai, pengaturan slot-slot waktu pendaratan pesawat VVIP, pemberlakuan partial close dan pengurangan frekuensi penerbangan di bandara Ngurah Rai dan bandara parkir pesawat, hingga pengaturan jarak dan/atau jeda waktu antarpesawat.

Baca Juga: Atasi Kerawanan Pangan, G20 Inisiasi Pertemuan Kementerian Keuangan dan Pertanian

"Saya minta ini betul-betul dicek, masalah pesawat ini penting kalau bisa dari mulai sekarang kita sudah tanya pesawat yang dibawa dari negara-negara yang akan hadir itu apa saja dan jumlahnya berapa supaya kita bisa susun pengaturannya dari sekarang," kata Luhut dalam paparannya.

Selain itu juga dibahas upaya untuk mengurangi load bea cukai, imigrasi, dan karantina (CIQ) on the spot. Dalam hal ini menurut Luhut paspor dan data-data screening perlu dikumpulkan dan diproses terlebih dahulu untuk menangani load secara lancar, juga perlu penguatan jumlah personil dan alat pendukung CIQ.

"Nah untuk hal ini saya minta Kemenkeu, Kemenkumham, Kemenkes, semua kita kerja sama betul, bahu-membahu jangan ada saling tunggu," tegasnya.

Luhut juga menegaskan pentingnya keterlibatan pengemudi lokal pada penyelenggaraan KTT G20. Menurutnya, pengemudi lokal harus turut merasakan manfaat dari KTT G20. Ia juga meminta Pemprov Bali untuk bisa membekali kemampuan bagi para pengemudi agar beralih ke kendaraan listrik.

Kemudian untuk mengurangi mobilitas masyarakat pada saat penyelenggaraan KTT G20, Luhut mengatakan perlu kebijakan sekolah daring dan perkantoran Work From Home dari Pemprov Bali.

Baca Juga: Hadapi Tantangan Global, Negara G20 Sepakat Perkuat Koordinasi Kebijakan

"Pak Gubernur ini dibantu ya untuk kebijakan sekolah daring dan karyawan agar Work Form Home. Saya kira ini tidak ada masalah karena saat Covid kita juga sudah terbiasa dengan daring dan ini sangat membantu untuk penyelenggaraan KTT G20," ujar Menko Luhut.

Rakor Persiapan Penyelenggaraan KTT G20 Indonesia dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, di antaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menpareraf) Sandiaga Uno; Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate; Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi; Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin; Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly; dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Baca Juga: Kritik Baliho Erick Thohir, Gus Umar: Demi Cawapres NU Jadi Gini

Halaman:

Penulis: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel: