Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Prabowo Moncer Banget Jadi Capres 2024, Kangkangi Ganjar Apalagi Anies, Hitung-hitungannya Wah!

Prabowo Moncer Banget Jadi Capres 2024, Kangkangi Ganjar Apalagi Anies, Hitung-hitungannya Wah! Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Survei tentang elektabilitas terbaru dirilis oleh Political Weather Station (PWS) menjadi menarik di tengah banyak partai politik menentukan jagoan di pilpres 2024 mendatang.

Hasilnya, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto berada pada posisi paling atas, yang kemudian disusul Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Baca Juga: Harusnya Anies Mulai Nyapres Tahun 2019 tapi Ditolak, Akhirnya Terkuak Juga

“Elektabilitas Prabowo Subianto sebesar 30,8 persen, alias leading sangat signifikan atas dua gubernur yang sering disebut-sebut sebagai penantang terberat Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, yakni Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Anies Baswedan,” kata peneliti PWS Sharazani dalam siaran daring, Jumat (7/10).

Sharazani menjelaskan, survei PWS yang dilakukan pada Januari 2022 elektabilitas Prabowo baru sebesar 22,9 persen, saat ini telah meningkat menjadi 30,8 persen. Sementara itu untuk Ganjar Pranowo pada Januari 2022 elektabilitasnya 19,8 persen, Oktober ini senilai 18,8 persen.

“Sedangkan Anies yang pada survei Januari 2022 memperoleh elektabilitas 19,9 saat ini tinggal 17,5 persen saja,” ucap Sharazani.

Saat ini, tokoh yang secara resmi sudah mendeklarasikan sebagai Capres 2024 adalah Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Sharazani mengungkapkan, berdasarkan analisis sentimen yang dilakukan PWS, pasca mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai satu-satunya capres yang diusung Partai NasDem, sentimen negatif terhadap partai besutan Surya Paloh itu mengalami kenaikan.

“Sebelum deklarasi, sentimen negatif terhadap Partai NasDem sebesar 11,7 persen, setelah deklarasi meningkat menjadi 16,1 persen,” ungkap Sharazani.

Meski sentimen positif terhadap Anies mengalami kenaikan, namun sentimen negatif terhadap Gubernur DK Jakarta itu juga terus meningkat pasca dideklarasikan sebagai capres oleh Partai NasDem.

“Sentimen negatif terhadap Anies terutama didominasi isu korupsi hajatan Formula-E, pemanggilan Anies oleh KPK dan masalah penanganan banjir di Jakarta,” pungkasnya.

Survei ini PWS dikakukan secara online (telesurvey) juga dilengkapi dengan media monitoring dilakukan untuk mendeteksi opini para warganet yang bertebaran di berbagai platform media sosial.

Survei PWS dilakukan dengan mewawancarai 1.200 responden di 34 provinsi yang diperoleh secara acak sistematis (systematic random sampling). Ambang kesalahan (margin of error) sebesar +/- 2,83 persen dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen.

Pengumpulan data dilakukan pada 1 hingga 6 Oktober 2022 dengan menggunakan teknik wawancara secara online (menggunakan telepon). Sementara itu pengumpulan data melalui media monitoring dilakukan sebelum dan setelah deklarasi.

Baca Juga: Tahun Depan, Kredivo Siap Ekspansi Ke Filipina dan Thailand

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: