Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Rumah Habis Dibakar Hingga Terancam Dibunuh karena Masuk Islam, Kisah Mualaf Fretsman: Saya Ketika di Sorong Itu Kaget...

Rumah Habis Dibakar Hingga Terancam Dibunuh karena Masuk Islam, Kisah Mualaf Fretsman: Saya Ketika di Sorong Itu Kaget... Kredit Foto: Pixabay/mohamed_hassan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mualaf Fretsman Gant Sikome membagikan perjalanan hidupnya saat memilih memeluk agama Islam yang diakuinya penuh ujian. Ia berbagi kisah kepada Mualaf Center Nasional Aya Sofya tempatnya menimba ilmu islam dan mendapat binaan. 

Kisah pria paruh baya ini hampir mirip dengan kisah orang beriman di zaman Nabi dan Rasul, sebagaimana kisah Ashabul Ukhdud, kisah Masyitah (tukang sisir Fir'aun), dan kisah Nabi Ibrahim.

Mereka dizalimi pemimpin kafir dan para pengikutnya dengan siksaan, ancaman, dan berbagai azab dunia tapi keimanannya tetap teguh. Bagi mereka ketika iman dan aqidah sudah menghunjam di hati maka dunia itu tidak ada artinya.

Baca Juga: Eks Misionaris Tinggalkan Harta dan Pilih Jadi Mualaf, Kisah Maxi Deeng: Saya Telepon Dia, Bilang Ingin Masuk Islam

Keyakinan bahkan tentang istiqamahnya seseorang memang sulit ditemukan di zaman sekarang kecuali pada orang yang benar-benar beriman secara lahir dan batin. Karena masih banyak orang yang mengaku beriman tapi perilakunya menggadaikan keimanannya untuk kenikmatan dunia.

Kisah pria yang akrab disapa Fretsman ini tentang jalannya menemukan hidayah tak terlepas dari alasannya meninggalkan agama lamanya. Bagi Fretsman ajaran agama sebelumnya belum cukup untuk menjalani kehidupan di akhirat.

Sehingga dia menetapkan Islam sebagai agama yang akan diyakini seumur hidup. Setelah mengenal Islam Fretsman memutuskan untuk belajar agama Islam dan dalam hatinya merasa bahwa yang bisa menggenapi kehidupannya di akhirat adalah agama Islam.

Pada awalnya, pria yang berasal dari Desa Malapitu, Kel Santiago, Kab  Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara ini, melakukan perbandingan agama antara agama sebelumnya dan agama Islam. Dia belajar tentang dasar-dasar keIslaman dari ayah angkatnya yang merupakan muslim.

Baca Juga: Hindari Demo 411, Jokowi Dinilai Menyuburkan Isu Islamophobia

"Saya dulu pernah bekerja di PT Uskani Ratatotok, Minahasa Tenggara. Saya waktu itu menjadi mandor dan sudah bekerja disana selama empat tahunan. Saya merasa lega pertamanya karena saya belajar agama Islam itu kampung Basaan Ratatotok, jadi teman-teman saya Islam dan papa angkat saya juga Islam," ujar dia dalam youtube MCN Aya Sofya, sebagaimana dikutip Republika.co.id, Sabtu (5/11/2022). 

Selama bekerja di daerah tersebut dia tinggal di dekat lokasi kerjanya bersama dengan istri dan juga anaknya yang masih tiga pada saat itu. 

Baca Juga: Bank Mandiri Bidik Penyaluran Kredit Tumbuh Hingga 12% pada 2023

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Republika.

Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: