Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tolong kepada Ganjar, Anies, Puan, Prabowo yang Mau Nyapres Simak Pesan dari Gus Nadir: Nggak Usah Pakai Buzzer Deh

Tolong kepada Ganjar, Anies, Puan, Prabowo yang Mau Nyapres Simak Pesan dari Gus Nadir: Nggak Usah Pakai Buzzer Deh Kredit Foto: Twitter/Nadirsyah Hosen
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tokoh Nadhlatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir mengingatkan kepada para tokoh politik yang ingin maju menjadi calon presiden (capres) di gelaran pemilihan umum (pemilu) 2024 mendatang agar berkampanye secara adil dan tidak menggunakan pendengung (buzzer) di media sosial.

"Ada gak sih bakal capres yang gak pakai buzzeRp? Tolong Ganjar, Anies, Erick, Prabowo, AHY, Puan, dan siapa saja yang mau nyapres, gak usah pakai buzzer deh," kata Gus Nadir, Minggu (6/11/2022).

Baca Juga: Tokoh NU Senggol Ganjar, Anies, AHY, dan Puan: Tolong yan Mau Nyapres Gak Usah Pakai Buzzer Deh!

Gus Nadir menambahkan sebaiknya tokoh politik yang ingin menjadi suksesor Presiden Jokowi untuk menonjolkan hasil pekerjaan atau inovasi ke depan.

"Mendingan fokus pada karya, kinerja dan tawaran program," tegas Gus Nadir.

Cuitan Gus Nadir itu sontak saja mendapat atensi publik di kolom komentar. Banyak dari mereka yang sependapat dengan apa yang disampaikan dosen hukum di Monash University tersebut.

"Iya, kami sepakat juga, udahlah bermain di prestasi aja, jangan menjatuhkan. Adu prestasi, gagasan, visi misi ke depan. Ini jauh lebih elegan daripada pakai fitnah," ucap akun @Tokiando**.

"Betul Gus, setuju banget, buzzer yang ada saling menjelekkan. Bukan saling mempromosikan program," kata akun @Donni**.

"Fenomena buzzer ini meresahkan, ya, Prof. Jangan-jangan ketika ada 'adu mekanik' karya, kinerja, dan tawaran program dari tiap bakal capres, justru buzzer-buzzer ini merajalela," imbuh akun @kiryuu**.

Baca Juga: Sibuk Analisis Anies dan Bilang Antitesis Jokowi, Prof Henri Subiakto Diberondong Warganet: Sampai Rela Jadi 'Teman' BuzzeRP

"Setuju, buzzer hanya menjadi tukang propaganda, fitnah dan pemecah belah persatuan bangsa dan negara. Ini fakta, bukan cerita," sahut akun @Caknur**.

"Kita sudah kehilangan cinta gus. Rasional kita penuh kebenciann," tandas akun @masarakat**.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel: