Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Microsoft X OpenAI: Senjata Pamungkas Kolaborasi Digital yang Mendisrupsi Para 'Status Quo' Pebisnis Teknologi

Microsoft X OpenAI: Senjata Pamungkas Kolaborasi Digital yang Mendisrupsi Para 'Status Quo' Pebisnis Teknologi Kredit Foto: Unsplash/Franck V
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di era disrupsi teknologi saat ini, pembaharuan inovasi secara terus-menerus merupakan kunci sukses dalam menghadapi persaingan. Contoh utamanya adalah pada perusahaan teknologi yang kian hari kian memanas berlomba-lomba menciptakan inovasi teknologi yang paling canggih.

Dampaknya, persaingan antarperusahaan makin ketat. Para pebisnis melakukan yang terbaik demi tercapainya kemenangan dari kompetitornya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi persaingan adalah kolaborasi. Yap, kolaborasi yang dilakukan baik dengan pemasok, pesaing, atau institusi yang bahkan memiliki jenis bisnis yang sama sekali berbeda.

Baca Juga: Identitas Digital Dapat Percepat Inklusi Keuangan

Salah satu contohnya adalah kolaborasi yang dilakukan oleh Microsoft dan OpenAI. Meskipun kedua brand ini sudah terkenal sebagai perusahaan teknologi yang paling berharga di dunia, mereka tetap melakukan kolaborasi dengan tujuan untuk mendongkrak brand equity untuk menjadi top leader di bidangnya masing–masing. 

Hal ini sejalan dengan pernyataan yang disampaikan oleh Reid Hoffman, salah satu miliarder di dunia dan sebagai pendiri LinkedIn, "Tidak peduli seberapa brilian pikiran atau strategimu, jika kamu bermain solo, kamu akan selalu kalah dari tim."

Melalui kolaborasi ini, Microsoft menggandeng OpenAI untuk mewujudkan strateginya dalam penggunaan artificial intelligence. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan layanan mesin pencarian Bing dengan mengintegrasikan layanan ChatGPT sebagai model bahasa yang menggunakan pembelajaran mendalam untuk menghasilkan respons teks mirip manusia.

Sementara, OpenAI telah mendapatkan pendanaan yang begitu besar dari Microsoft sehingga mereka terdorong untuk mengembangkan artificial intelligence yang lebih baik lagi.

Ketangkasan Microsoft dalam "menangkap umpan" yang dilemparkan oleh OpenAI ini akan menghasilkan layanan mesin pencari yang secara eksklusif dapat dinikmati oleh konsumen dengan nyaman.

Dampaknya, sangat jelas brand equity dan brand awareness kedua brand ini melambung tinggi dan meluas di kalangan masyarakat dunia. Tujuan utamanya, Microsoft ingin membuat mesin pencarian mereka, yaitu Bing bisa melompat melewati Google dengan kolaborasi kapabilitas teknologi yang dimiliki ChatGPT.

Adanya kemunculan isu bahwa adanya kolaborasi ini menjadi sebuah ancaman bagi kompetitor bahkan mereka dikabarkan seharusnya menyatakan red code atau kewaspadaan.

Baca Juga: Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat, BRI Pasarkan SBN Ritel Pertama 2023 di CFD

Penulis: E. Kurniawan, ST, MM, MKom, VP Marketing Management PT Telkom Indonesia

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: