Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kejar Target SDGs 2030, Suharso Monoarfa ke PBB: Indonesia Butuh USD1 Triliun

Kejar Target SDGs 2030, Suharso Monoarfa ke PBB: Indonesia Butuh USD1 Triliun Kredit Foto: Bappenas
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyampaikan, sejauh ini, Indonesia telah mampu mencapai 63% dari 222 indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs).

Hal itu disampaikannya dalam High-Level Political Forum (HLPF) on Sustainable Development tahun 2023/High-Level Segment 2023 (HLS) United Nations Economic and Social Council pada Senin (17/7/2023) di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat.

Baca Juga: Di Depan PBB, Menteri Suharso Ungkap 3 Jurus MIKTA Capai Target SDGs 2030

Dalam kesempatan itu, Suharso mengatakan Indonesia membutuhkan USD1 triliun hingga 2030 untuk mencapai target TPB/SDGs.

"Tantangan pendanaan ini diantisipasi melalui pendanaan inovatif seperti blended finance hingga penerapan Integrated National Financial Framework," kata Suharso.

Selain itu, lanjut dia, Indonesia juga membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih merata dan tangguh. 

"Beberapa area potensial adalah green growth, blue growth, pemberdayaan UMKM, dan transformasi digital," jelasnya.

Adapun, untuk mempercepat pencapaian TPB/SDGs, Suharso berujar, Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan berbagai intervensi. 

Di antaranya melalui kebijakan, rencana, dan program pembangunan nasional serta menyelaraskan dengan prioritas pemerintah daerah; pelokalan TPB/SDGs hingga ke tingkat desa dan lintas sektor; serta penguatan kemitraan multipihak.

Kemudian, Indonesia juga memimpin keketuaan MIKTA pada 2023, yang bertujuan untuk penguatan tata kelola pemerintahan global, termasuk pemajuan demokrasi, stabilitas dan pembangunan ekonomi, serta sebagai consensus maker dan bridge builder antara negara-negara berkembang dan maju. 

Baca Juga: Di Markas PBB, Indonesia Serukan Aksi Global untuk Capai Target SDGs 2030

Terakhir, Suharso mengatakan Indonesia juga berkomitmen memastikan ketersediaan data untuk memantau kemajuan perubahan yang lebih baik, mengidentifikasi kesenjangan, dan menginformasikan pengambilan keputusan. 

"Agar kami bisa kembali ke jalur pencapaian TPB/SDGs, penting bagi kami untuk tidak hanya memenuhi komitmen yang ada tetapi juga menawarkan terobosan yang berarti dan menyampaikan tindakan transformatif untuk meningkatkan implementasi TPB/SDGs," tutup dia.

Baca Juga: Erick Thohir Bakal Kembali Laporkan Dua Dapen yang Dikelola BUMN ke Kejagung

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Alfida Rizky Febrianna
Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: