Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dana JETP Tidak 100% Hibah, Negara Maju Bukan Mitigasi Malah Nyari Untung

Dana JETP Tidak 100% Hibah, Negara Maju Bukan Mitigasi Malah Nyari Untung Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dorongan beberapa negara maju kepada negara berkembang untuk melakukan transisi energi dari fosil ke Energi Baru dan Terbarukan (EBT) melalui program Just Energy Transition Partnership (JETP) haruslah dilakukan dengan sepenuh hati.

Campaigner 350.org Indonesia, Suriadi Darmoko mengatakan, dana JETP yang diusung oleh sejumlah negara maju, yang terdiri Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, dan Uni Eropa untuk Indonesia seharusnya diberikan secara cuma-cuma.

"Yang sangat diharapkan JETP ini pendanaanya ya itu 100 persen hibah," ujar Suriadi dalam diskusi virtual, Selasa (15/8/2023).

Baca Juga: Jika Dana JETP Mengalir ke Masyarakat, Kemandirian Energi Akan Tercapai

Suriadi mengatakan, hal tersebut harusnya dilakukan karena pendanaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab untuk aksi adaptasi dan mitigasi dari perubahan iklim.

Jadi, kalau mereka mengeluarkan dana dalam bentuk pinjaman, artinya bukan dana tanggung jawab, justru konteks menjadi dana investasi, yang harus menghasilkan keuntungan.

"Kalau mereka mau memberikan pendanaan untuk Indonesia atau negara lain sebagai penerima JETP dalam bentuk investasi, dalam bentuk utang, lalu tanggung jawab mereka dalam aksi adaptasi dan mitigasi di mana? Nyuruh orang transisi (energi), kok masih nyari untung? Padahal ini tanggung jawab mereka," ujarnya.

Baca Juga: Masyarakat Adat dalam Pendanaan Transisi Energi Terpinggirkan, Untung Justru Mengalir ke Kapital

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: