Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Indonesia Berpotensi Jadi Sentra CCS/CCUS

Indonesia Berpotensi Jadi Sentra CCS/CCUS Kredit Foto: Djati Waluyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia dinilai berpotensi besar menjadi pusat penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture Storage (CCS) dan teknologi penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) industri hulu migas di wilayah Asia Pacific. 

Potensi muncul karena Indonesia memiliki lapangan-lapangan migas tua yang siap menjadi lokasi penyimpanan CO2 serta dukungan posisi strategis nusantara yang berada di tengah-tengah Asia dan Australia.

Executive Director Indonesia CCS Centre, Belladonna Troxylon Maulianda, mengatakan Indonesia saat ini sedang didorong untuk menjadi pemain kunci dalam pengembangan infrastruktur CCS karena potensi penyimpanan CO2 nya yang sangat besar serta lokasi geografisnya. 

Baca Juga: Punya Peta Jalan yang Jelas, PLN Dinilai Terdepan dalam Transisi Energi

"Jika Indonesia berhasil mengambil kesempatan ini serta meneruskan upaya keberlanjutan, Indonesia akan menjadi pemimpin di pasar CCS dan dapat menginspirasi negara-negara lain untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar Belladonna dalam acara International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2023 (ICIUOG 2023) dikutip, Sabtu (23/9/2023).

Sementara itu, EVP Gas & Low Carbon Energy BP, Anja Isabel Dotzenrath, mengatakan saat ini perusahaan energi dunia ini sedang mengembangkan proyek CCUS di Kilang LNG Tangguh di Papua. 

Di tahap awal, proyek ini diharapkan dapat menginjeksikan kembali lebih dari 30 juta ton CO2 ke dalam reservoir sehingga mampu menurunkan emisi dari Kilang Tangguh sebesar 50 persen. 

“Kami percaya bahwa CCUS di Tangguh akan menjadi pusat penangkapan dan penyimpanan karbon pertama di Indonesia,” ujar Anja. 

Disisi lain, Senior Vice President Business Development ExxonMobil Indonesia, Egon van der Hoeven, mengatakan bahwa perusahaan ini sedang mengkaji pengembangan CCS di Cekungan Sunda Asri yang berlokasi di arah tenggara Lampung. 

Sebagaimana diketahui, posisi Sunda-Asri sangat baik karena dikelilingi oleh pusat emisi yang berada di Sumatra Selatan dan Cilegon (Banten) sehingga mendukung dekarbonisasi pada industri-industri tersebut. 

Selain itu posisi Sunda-Asri memiliki keunggulan strategis dalam jalur transportasi karbon internasional, sehingga membuat cekungan ini memiliki potensi menjadi sentra manajemen karbon global.

Baca Juga: Indonesia Gandeng Jepang Percepat Pengembangan Transisi Energi

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: