Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Robert Kiyosaki Rekomendasikan Investasi Bitcoin, Emas, dan Perak, Apa Alasannya?

Robert Kiyosaki Rekomendasikan Investasi Bitcoin, Emas, dan Perak, Apa Alasannya? Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penulis buku keuangan pribadi Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, telah menegaskan kembali dukungannya untuk aset seperti Bitcoin (BTC) emas dan perak akibat inflasi mengancam untuk memperburuk standar hidup secara global.

Dilansir dari laman Cointelegraph pada Selasa (28/11/2023), harga emas baru-baru ini melewati US$2.000 (Rp30 juta) per ons, sehingga menandai pemulihan yang stabil di tengah melemahnya nilai mata uang fiat. Sebagai pendukung kuat ekosistem Bitcoin, Kiyosaki merekomendasikan lebih dari 2,4 juta pengikutnya di X (sebelumnya Twitter) untuk mengurangi eksposur mereka terhadap mata uang fiat, yang ia sebut sebagai "sistem uang palsu".

Menurut Kiyosaki, rata-rata orang yang mencoba menabung adalah "pecundang", sambil merekomendasikan bentuk investasi lain, seperti emas, perak, dan BTC. 

"Jangan menjadi pecundang. Keluarlah dari sistem uang PALSU. Masuklah ke emas, perak, Bitcoin sekarang juga.... Sebelum terlambat,” cuit Kiyosaki di akun X pada 26 November lalu, yang dilansir dari laman Cointelegraph pada Selasa (28/11/2023). 

Baca Juga: Arus Masuk Dana ke Produk Investasi Bitcoin Capai Rp23,2 Triliun Tahun 2023

Pada 23 November, Kiyosaki menyalahkan woke government atas meningkatnya inflasi dan perjuangan sehari-hari masyarakat yang mengikutinya.

Kiyosaki mengatakan bahwa dia terus memindahkan aset fiatnya ke dalam Bitcoin dan logam mulia karena "para pemimpin tidak peduli dengan Anda," dan tindakan mereka bermuara pada perang dan kemiskinan. Pada tanggal 20 Oktober, Kiyosaki memperkirakan bahwa harga emas akan segera mencapai US$2.100 (Rp32 juta), dan ia memperkirakan harga akan naik ke US$3.700 (Rp57 juta) dalam waktu dekat.

Pada bulan Agustus 2023, Kiyosaki meramalkan bahwa Bitcoin akan mencapai US$100.000 (Rp1,5 miliar), dengan mempertimbangkan masalah geopolitik yang mengancam kemakmuran global.

Namun, jika pasar saham dan obligasi jatuh, Kiyosaki membayangkan harga Bitcoin meroket hingga US$1 juta (Rp15,4 miliar), sementara nilai emas dan perak akan naik menjadi US$75.000 (Rp1,1 miliar) dan US$65.000 (Rp1 miliar). 

Baca Juga: Demi Perkuat Penguasaan Pasar, Anak Usaha Pertamina Jalin Kerja Sama dengan KKMC

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Nadia Khadijah Putri
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: