Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tawarkan Perubahan, Anies Baswedan Mulai Kampanye di Bandung

Tawarkan Perubahan, Anies Baswedan Mulai Kampanye di Bandung Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Calon Presiden (Capres) nomor urut satu Anies Baswedan menjalankan masa kampanye di Kota Bandung Jawa Barat. Pada kampanye yang dominasi dihadiri para loyalis itu, Anies yang diusung Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu terus memyuarakan perubahan untuk Indonesia.

Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan menekankan landasan Indonesia memerlukan perubahan. Farhan yang juga merupakan Bakal Calon Wali Kota Bandung untuk Pilkada 2024 memastikan realisasi perubahan Anies mudah dinikmati.

Baca Juga: Anies Baswedan Singgung Survei Pilkada DKI Jakarta 2017: Disebut Nomor 3 Malah Jadi Pemenang

“Anies Baswedan adalah Capres yang membawa pesan perubahan yang clear. Dia menyadari makna perubahan dan penerapannya dalam kebijakan bagi rakyat Indonesia,” kata Farhan kepada wartawan di Bandung, Rabu (29/11/2023).

“Masalah sosial di depan mata kita adalah keseharian yang kita hadapi setiap hari. Konsep perubahan yang dibawa olehnya menyentuh keseharian kita, mendekatkan pemimpin dengan masalah rakyatnya,”sambungnya

Salah satu bentuk perubahan yang akan mudah dirasakan masyarakat yaitu layanan birokrasi kependudukan catatan sipil. “Pada akhirnya perubahan akan menjadikan Indonesia yang adil dan makmur untuk semua,” imbuhnya 

Birokrasi yang efektif, dimana kita mendapat layanan yang mudah untuk administrasi kependudukan, seperti jemput bola pembuatan akte lahir, akte kematian , e-KTP, KK, Paspor, SKCK dan lain - lain.

“Pengelolaan lingkungan terpadu dengan pemerintah daerah, seperti sampah, air bersih,  sanitasi dan kesehatan lingkungan. Kredit Perumahan Rakyat yang mudah diakses oleh mereka yang membutuhkan,” ungkapnya 

Farhan juga menegaskan pasangan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar tak akan diam mengubah situasi ketimpangan ekonomi di segala komoditas. “Salah satu wujud ketidak adilan paling nyata adalah harga bahan pokok pertanian naik terus, tetapi kesejahteraan petani makin turun,” katanya.

Baca Juga: Anies Baswedan Serukan Perubahan: 'Memangnya Mau Harga Kebutuhan Pokok Mahal Terus?'

“Artinya ada yang salah dengan rantai pasokan produk pertanian dari petani ke konsumen. Ada perantara yang mengambil semua nilai tambah produk pertanian. Inilah bentuk keadilan yang harus menjalani perubahan,”pungkasnya.

Baca Juga: Industri Perkebunan Berpegang Teguh Pada Konsep Bisnis Berkelanjutan

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: