Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jaga Keamanan Privasi Digital, Awali dengan Menghargai Privasi Orang Lain

Jaga Keamanan Privasi Digital, Awali dengan Menghargai Privasi Orang Lain Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menjaga keamanan privasi digital kini menjadi prioritas utama saat berada di dunia digital. Penerapan keamanan data yang efektif dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko pencurian data. Dengan menjaga keamanan data, kita dapat mengurangi risiko adanya pencurian identitas yang bisa berdampak pada reputasi dan keuangan.

Penyiar radio sekaligus musisi Danin Sibilo mengungkapkan hal itu saat menjadi narasumber dalam webinar literasi digital untuk segmen pendidikan, yang digelar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali di Kabupaten Buleleng, Kamis (11/7).

Lalu, apa saja yang perlu dilindungi di dunia digital? Menurut Danin, yang perlu mendapat perlindungan di dunia digital, yakni: kelengkapan data diri, penggunaan nama ibu kandung, personal identification number (PIN) dan password.

"Data pribadi seperti nama ibu kandung, PIN dan password bersifat personal dan wajib dilindungi. Agar aman, data pribadi hendaknya tidak sembarangan diumbar ke media sosial ataupun media digital,” ujar Danin Sibilo dalam webinar program Makin Cakap Digital yang dipandu moderator Fifien Ervianti. 

Terkait topik webinar ”Tips and Trik Menjaga Keamanan Privasi Secara Digital”, Danin menambahkan, untuk menjaga keamanan privasi digital bisa dimulai dengan cara menghargai privasi orang lain. ”Jika ingin privasi kita dihargai, kita harus terlebih dulu paham untuk bisa menghormati privasi orang lain,” tegasnya.

Tips berikutnya, lanjut Danin Sibilo, yakni tidak menggunakan identitas palsu, mengganti password secara berkala, dan rajin literasi diri untuk menghadapi segala bentuk penipuan. 

"Untuk kepentingan tertentu, jangan gunakan identitas palsu atau bahkan mengambil identitas orang lain. Update kemampuan diri dengan literasi mengenai virus, malware, fraud, phising, beserta motifnya. Ingat, yang bisa melindungi privasi kita adalah diri kita sendiri,” pungkas Danin Sibilo.

Dalam kegiatan yang menyasar guru dan tenaga kependidikan sebagai peserta ini, MC profesional Tissa Carolina menggarisbawahi pentingnya pengamanan dan perlindungan privasi serta data pribadi. Dengan menjaga kerahasiaan informasi pribadi seperti nama, alamat, dan nomor telepon, kita dapat mengendalikan siapa yang memiliki akses terhadap informasi tersebut dan mencegah penyalahgunaan.

"Cara menjaga keamanan privasi digital: gunakan kata sandi yang kuat, aktifkan otentifikasi dua faktor, perbarui perangkat lunak secara rutin, waspadai phising, gunakan jaringan yang aman, kelola izin aplikasi, hapus data pribadi dari perangkat yang tidak digunakan, dan waspadai informasi yang dibagikan di media sosial,” rinci Tissa Carolina.

Baca Juga: Soal Keamanan Email, Masyarakat Asia Tenggara Tercatat Memiliki Kesadaran yang Lebih Tinggi Dibanding Kawasan Berkembang Lainnya

Dari sudut pandang budaya digital, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata menyebut pentingnya mewujudkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai panduan karakter dalam beraktivitas di ruang digital.

"Dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan berdigital, kita akan memahami hak dan tanggung jawab menjaga reputasi orang lain di ranah digital. Implikasinya, akan terjaga juga keamanan dan ketertiban privasi,” jelas Ida Bagus Gde Surya Bharata.

Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Buleleng ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital. 

Sejak dimulai pada 2017, sampai dengan akhir 2023 program ini tercatat telah diikuti 24,6 juta orang. Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024.

Kecakapan digital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait, dapat diakses melalui website info.literasidigital.id.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: