Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Apple Makin Serius di RI! 3 Vendor Siap Produksi, Tinggal Tunggu Waktu

Apple Makin Serius di RI! 3 Vendor Siap Produksi, Tinggal Tunggu Waktu Kredit Foto: Unsplash/Kentaro Toma
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, memastikan progres masuknya tiga vendor Apple ke Indonesia berjalan sesuai rencana dan hanya tinggal menunggu waktu.

Hal ini ia sampaikan dalam acara Indonesia Green Energy Investment Dialogue 2025 di Jakarta, Kamis (27/2/2025).

"Saya lihat kalau sudah closing kemarin di Kementerian Perindustrian, seharusnya sudah tidak ada masalah. As a matter of time saja," ujarnya.

Todotua menjelaskan bahwa Apple sebagai perusahaan teknologi besar tidak langsung terlibat dalam proses manufaktur produknya. Produksi dilakukan oleh vendor-vendor yang bermitra dengan Apple di berbagai negara.

Baca Juga: Apple Makin Terancam! Kemenperin Bakal Koordinasi dengan Komdigi untuk Bahas Sanksi Lanjutan

“Apple memang memiliki banyak vendor di seluruh dunia. Sebagian besar investasi dilakukan oleh para vendor mereka. Hal yang sama juga terjadi di Vietnam dan negara lainnya,” jelasnya.

Saat ini, satu vendor Apple telah berinvestasi di Indonesia dan berlokasi di Kawasan Industri Batam. Pabrik tersebut direncanakan mulai beroperasi pada 2026.

Baca Juga: Apple Terancam Sanksi Berat, Produk iPhone Bisa Dilarang di Indonesia!

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan pihaknya tengah berupaya menarik lebih banyak vendor Apple agar berinvestasi di Indonesia.

"Kita baru memiliki satu vendor Apple, sementara Vietnam sudah memiliki lebih dari 34 vendor. Saat ini kami sedang dalam diskusi untuk mendatangkan dua hingga tiga vendor lagi,” ujar Rosan.

Ia optimistis jumlah vendor Apple di Indonesia akan terus bertambah. “Ini baru tahap awal. Kami sudah melakukan diskusi, dan saya yakin jumlah vendor akan terus berkembang,” tambahnya.

Komitmen Investasi Apple

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, telah menyetujui rencana investasi Apple untuk periode 2025-2028 dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait komitmen investasi perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Apple akan menggunakan skema investasi inovasi untuk memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) setelah sebelumnya menyelesaikan kewajiban investasi senilai USD 10 juta untuk periode 2020-2023.

Selain itu, Apple juga menyepakati investasi tambahan sebagai bentuk sanksi karena belum sepenuhnya menjalankan komitmen inovasi sesuai regulasi dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 29 Tahun 2017.

Investasi tambahan ini melibatkan rantai pasok global (Global Value Chain/GVC) Apple, yaitu ICT Luxshare, yang akan berinvestasi sebesar USD 150 juta untuk produksi aksesori AirTag di pabrik Batam. Indonesia nantinya akan menjadi pemasok 65% dari kebutuhan AirTag global. Komponen baterai AirTag juga akan dipasok dari produsen dalam negeri.

Baca Juga: Bangun Proyek Pabrik AirTag di Batam, Benarkah Investasi Apple Capai USD1 Miliar?

Tak hanya itu, Apple juga tengah mempersiapkan lini produksi kain mesh untuk AirPods Max di perusahaan Long Harmony di Bandung, yang akan menjadi bagian dari rantai pasok global Apple.

Dalam perundingan terbaru, pemerintah dan Apple sepakat bahwa investasi ini merupakan siklus baru, bukan perpanjangan dari periode sebelumnya. Apple berkomitmen membawa investasi sebesar USD 160 juta untuk memenuhi kewajiban TKDN dalam Skema 3.

MoU ini juga mencakup pendirian Apple Software Innovation and Technology Institute, Apple Professional Developer Academy, serta keberlanjutan program Apple Academy.

Baca Juga: Baru Terealisasi Rp16 Triliun, Rosan Bakal Tagih Janji Investasi Apple yang Capai Rp163 Triliun

Dampak dari investasi Apple diperkirakan mencapai USD 72,3 juta, termasuk transfer teknologi senilai USD 47,3 juta melalui Apple Academy dan USD 25 juta dalam investasi bisnis dari lulusan akademi yang diproyeksikan melahirkan 50 startup baru.

Apple juga berkomitmen membangun pusat penelitian dan pengembangan (Research & Development/R&D Center) di Indonesia. Fasilitas ini akan menjadi pusat R&D pertama Apple di Asia dan kedua di luar Amerika Serikat setelah Brasil.

Pusat riset ini akan melibatkan 15 perguruan tinggi di Indonesia, termasuk ITB, UI, UGM, dan ITS, dalam program Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC)

 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: