Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dolar Kembali Diguncang Ketidakpastian Tarif Trump

Dolar Kembali Diguncang Ketidakpastian Tarif Trump Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dolar Amerika Serikat (Dolar AS) mengalami koreksi tipis dalam perdagangan di Selasa (25/3). Pasar kembali terguncang oleh dinamika ekonomi yang terjadi akibat kebijakan tarif dari Presiden AS, Donald Trump.

Dilansir dari Reuters, Rabu (26/3), Indeks Dolar (DXY) yang mengukur nilai greenback terhadap sejumlah mata uang utama global lainnya turun 0,1% ke 104,19.

Baca Juga: Diancam Trump, Raksasa Otomotif Korea Selatan Akhirnya Tanam US$21 Miliar di Amerika Serikat

Pedagang Valuta Asing Monex USA, Helen Given, menyebutkan bahwa dolar kembali melemah akibat menguatnya ketidakpastian usai sempat menguat akibat adanya sinyal melunaknya sikap soal tarif dari Trump.

"Pasar global kini menjadi sedikit lebih berhati-hati setelah sebelumnya dipenuhi oleh optimisme," kata Helen Given.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa tidak semua tarif akan diterapkan pada 2 April. Ia juga memberikan sinyal bahwa beberapa negara mungkin mendapat pengecualian tarif. P

Pernyataan ini sempat menenangkan pasar, meskipun masih ada kekhawatiran bahwa tarif bisa memperlambat ekonomi dan kembali memicu inflasi. Hal ini juga didukung oleh aktivitas bisnis, khususnya sektor jasa yang lebih kuat di AS.

Namun, data terbaru menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen merosot pada Maret 2025. Tingkat pesimisme konsumen rumah tangga terhadap masa depan tercatat mencapai level terburuk. 

Trump yang diharapkan akan membawa pemotongan pajak hingga regulasi malah membawa kebijakan yang membuat prospek ekonomi menjadi tidak pasti. Hal tersebut meningkatkan kecemasan tentang keuangan rumah tangga dan prospek pekerjaan, yang bisa berdampak pada pengeluaran masyarakat di AS.

Meski demikian, dolar diperkirakan akan mendapatkan dukungan dari aksi rebalancing akhir bulan dan akhir kuartal yang terjadi pekan ini.

Baca Juga: Trump Pusing, Amerika Serikat Kembali Terancam Gagal Bayar Utang

"Dinamika arus terbesar yang kita lihat sekarang adalah sedikit pembalikan dari kuartal pertama yang negatif bagi dolar karena investor mulai menyesuaikan posisi mereka menjelang akhir bulan dan kuartal," tutur Given.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: