Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Lebaran di Tengah Tekanan Ekonomi: Efisiensi Anggaran dan Kenaikan Harga Jadi Sorotan

Lebaran di Tengah Tekanan Ekonomi: Efisiensi Anggaran dan Kenaikan Harga Jadi Sorotan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menjelang Lebaran 2025, perekonomian Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Fluktuasi harga kebutuhan pokok, kebijakan efisiensi anggaran, serta melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi sorotan utama yang memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli, efektivitasnya masih menjadi tanda tanya besar.

Eko Listiyanto, Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), melakukan analisis terhadap respons masyarakat menggunakan data dari media sosial Twitter (X) serta transaksi e-commerce di Tokopedia. Dari 284.970 perbincangan di media sosial dan 2.283 produk unik yang terjual, ditemukan tiga isu utama yang menjadi perhatian publik yakni kebijakan efisiensi anggaran, lonjakan harga kebutuhan pokok, dan anjloknya IHSG.

Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah mendapatkan reaksi negatif dari mayoritas masyarakat. Banyak yang khawatir bahwa efisiensi ini justru akan mengurangi anggaran untuk sektor-sektor penting seperti pendidikan dan pelayanan publik. 

“Publik lebih menyetujui jika anggaran yang dihemat dialokasikan untuk membayar utang negara, dibandingkan untuk membiayai program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Danantara. Ketidakpercayaan terhadap pengelolaan dana tersebut semakin terlihat dengan tingginya angka sentimen negatif, di mana 98,2% responden menolak penggunaan dana efisiensi untuk Danantara,” jelas Eko dalam keterangannya yang dikutip Senin (31/3/2025).

Baca Juga: Lima Tips Mengelola Emosi dan Tekanan Sosial Saat Lebaran dari Halodoc

Selain itu, harga kebutuhan pokok yang terus meningkat semakin memperparah tekanan ekonomi masyarakat. Data dari e-commerce menunjukkan kenaikan harga yang signifikan pada beberapa barang utama seperti bawang merah, telur, daging ayam, dan minyak goreng. 

Fluktuasi harga ini, kata Eko, semakin terasa menjelang Ramadan dan Lebaran sehingga menambah beban bagi konsumen yang daya belinya sudah melemah. 

“Jika kondisi ini terus berlanjut, stabilitas ekonomi rumah tangga bisa terganggu, menyebabkan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, penurunan tajam IHSG juga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Sebanyak 71,7% responden di media sosial memberikan sentimen negatif terhadap melemahnya IHSG. Meskipun tidak berdampak langsung pada masyarakat kecil, banyak yang menilai tren ini sebagai indikasi bahwa kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak dalam keadaan baik. 

“Ketidakstabilan pasar keuangan semakin menambah ketidakpastian, terutama bagi para pelaku usaha yang bergantung pada investasi dan pergerakan saham,” ucapnya.

Di tengah situasi ini, Eko menyarankan pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kepercayaan publik. Dia menilai jika transparansi dalam pengelolaan anggaran menjadi kunci utama agar masyarakat tidak merasa dirugikan oleh kebijakan efisiensi yang dilakukan. 

Baca Juga: Mudik Lebaran 2025 Dorong Pariwisata dan UMKM, Tapi Tantangan Masih Ada

Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan bahan pokok yang cukup serta menjaga kelancaran distribusinya agar harga tetap stabil dan terjangkau.

Langkah lain yang perlu dilakukan adalah mengarahkan hasil efisiensi anggaran pada belanja produktif yang benar-benar memberikan dampak langsung bagi perekonomian, terutama di sektor pangan dan daya beli masyarakat. Pemerintah juga harus membangun optimisme perekonomian dengan menetapkan target-target yang realistis serta fokus pada perbaikan defisit fiskal agar anggaran negara tetap terkendali.

“Jika langkah-langkah ini dapat diterapkan secara efektif, tekanan ekonomi saat Lebaran dapat dikurangi, sehingga masyarakat tetap bisa merayakan hari raya dengan lebih tenang, dan perekonomian nasional tetap stabil dalam jangka panjang,” pungkasnya.

 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: