Kredit Foto: Reuters/Lisi Niesner
Mindex Kementerian Pertahanan Iran mulai menerima pembayaran menggunakan mata uang kripto untuk penjualan sistem persenjataan canggih, sebagai upaya menghindari sanksi internasional yang membatasi akses negara tersebut ke sistem keuangan global.
Dilansir Senin (5/1), Iran menyebut bahwa calon pembeli nantinya dapat menggunakan kripto untuk membeli berbagai jenis persenjataan, termasuk rudal, tank dan drone. Selain kripto, metode pembayaran lain yang diterima mencakup skema barter dan rial dari Iran.
Baca Juga: Pasar Kripto Berfluktuasi, Harga Bitcoin Akan Menguat Perlahan di 2026
Langkah ini dinilai sebagai salah satu contoh pertama yang diketahui secara publik di mana sebuah negara secara terbuka menerima mata uang kripto sebagai alat pembayaran untuk transaksi perlengkapan militer.
Penggunaan kripto memungkinkan transaksi lintas negara dilakukan tanpa melalui sistem perbankan internasional yang didominasi oleh dolar dari Amerika Serikat (AS). Hal tersebut berpotensi mempersulit pelacakan dan penegakan sanksi.
Langkah Iran ini menyoroti peran mata uang digital yang semakin berkembang dalam perdagangan internasional, termasuk di sektor-sektor yang selama ini sangat dibatasi oleh regulasi global.
Baca Juga: Regulasi Bakal Jadi Penentu Arah Industri Kripto di 2026
Belum ada tanggapan resmi dari otoritas internasional terkait implikasi hukum dan keamanan dari penggunaan kripto dalam perdagangan senjata oleh negara berdaulat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement