Kredit Foto: Kementerian ESDM
Harga minyak turun pada Selasa (6/1). Penuruna terjadi seiring investor menimbang prospek pasokan global menyusul penangkapan dari Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Dilansir dari Reuters, Rabu (7/1), Minyak Brent turun 1,1% ke US$61,07. Sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) melemah 1,4% ke US$57,53.
Baca Juga: Purbaya Prediksi Konflik Venezuela-AS Tak Akan Pengaruhi Suplai Minyak Dunia
“Masih terlalu dini untuk menilai dampak penangkapan terhadap keseimbangan pasar minyak. Namun yang tampak jelas, pasokan minyak akan cukup pada 2026,” kata Analis PVM Oil, Tamas Varga.
Tekanan harga berpotensi meningkat jika penangkapan tersebut mempercepat berakhirnya embargo minyak terhadap Venezuela. Hal tersebut dapat mendorong kenaikan produksi dari Caracas.
Pelaku pasar juga memperdebatkan arah pasokan minyak ke depan dari Venezuela. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa perusahaan minyak negaranya siap berinvestasi untuk meningkatkan produksi dan ekspor dari Venezuela.
Baca Juga: Pertamina EP Adera Field Temukan 'Harta Karun' Minyak 3.442 BOPD di Awal 2026
Minyak Venezuela telah lama mengalami kemunduran akibat kurangnya investasi dan sanksi dari AS. Produksi minyak negara itu rata-rata mencapai sekitar 1,1 juta barel per hari pada tahun lalu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Advertisement