Kredit Foto: Setpres
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong pembangunan infrastruktur pascabencana alam di wilayah Sumatera untuk lebih tangguh dan adaptif.
Dorongan ini disampaikan Menko AHY dalam Rapat Koordinasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Wilayah Sumatra bersama kementerian/lembaga terkait di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kemenko Perekonomian Laporkan Realisasi Diskon Transportasi Nataru
“Kami setuju dan tentunya ingin mendukung penuh Satgas ini. Kita harus membangun lebih baik, lebih kuat, lebih tangguh, dan juga lebih adaptif serta resilien. Ini penting karena ke depan kita harus mampu mengintegrasikan seluruh potensi dan rencana pembangunan agar lebih siap menghadapi risiko bencana,” ujar Menko AHY, dikutip dari siaran pers Kemenko Infra, Kamis (22/1).
Dirinya mengatakan Kemenko Infra memiliki tiga fokus utama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, yaitu penataan ruang dan lahan, pembangunan infrastruktur, serta penanganan perumahan dan permukiman.
Pada fokus pertama, penataan ruang dan lahan, Menko AHY menekankan bahwa pembangunan pascabencana harus didasarkan pada tata ruang yang sesuai peruntukan serta berbasis mitigasi dan adaptasi bencana. Pemerintah mendorong evaluasi tata ruang wilayah, rehabilitasi hulu daerah aliran sungai, serta relokasi permukiman yang berada di kawasan rawan, dengan memastikan status lahan clean and clear sebelum pembangunan dilakukan.
Fokus kedua adalah pembangunan dan pemulihan infrastruktur dasar. Menko AHY menyampaikan bahwa pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, infrastruktur menjadi pekerjaan utama pemerintah. Jalan dan jembatan diprioritaskan untuk membuka kembali konektivitas wilayah, disertai penyediaan air bersih, sanitasi, listrik, dan jaringan komunikasi, termasuk di wilayah pengungsian. Normalisasi sungai, perbaikan irigasi, serta pemulihan fasilitas umum seperti sekolah, pusat layanan kesehatan, dan rumah ibadah juga menjadi perhatian.
“Di tahap rehabilitasi dan rekonstruksi ini, fokus pekerjaan utama kita adalah infrastruktur, terutama infrastruktur dasar, karena sangat menentukan pemulihan kehidupan masyarakat,” tegas Menko AHY.
Lebih lanjut, fokus ketiga adalah penanganan perumahan dan permukiman. Menko AHY menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pendataan dan pembaruan data rumah terdampak sebagai dasar perencanaan penanganan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement