Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan lima saham emiten yang sebelumnya disuspensi, yakni PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS), PT Ifishdeco Tbk. (IFSH), PT Indal Aluminium Industry Tbk. (INAI), PT Planet Properindo Jaya Tbk. (PLAN), dan PT Langgeng Makmur Industri Tbk. (LMPI).
"Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham SOTS, IFSH, INAI, PLAN dan LMPI di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 29 Januari 2026," kata BEI dalam pengumumannya.
Dua saham, yakni SOTS dan IFSH, langsung masuk ke papan pemantauan khusus dan diperdagangkan menggunakan skema full-call auction (FCA). Kebijakan ini diterapkan karena keduanya telah mengalami suspensi lebih dari satu hari bursa berturut-turut.
Baca Juga: Goldman Turunkan Peringkat Saham Indonesia, IHSG Makin Tertekan!
SOTS sebelumnya disuspensi sejak 15 Januari setelah ditutup melonjak 25% ke level Rp5.025. Dalam sepekan, saham ini sudah melesat 142,75%, bahkan menguat fantastis hingga 367,44% dalam sebulan. Namun, setelah suspensi dicabut pada Kamis (29/1), pergerakan sahamnya justru terkoreksi 9,85% ke posisi Rp4.530.
Nasib serupa dialami IFSH. Saham ini mulai disuspensi sejak 14 Januari dengan posisi terakhir melonjak 25% ke Rp2.100. Kinerjanya juga terbilang agresif, naik 81,03% dalam sepekan dan menembus 162,50% dalam satu bulan. Usai kembali diperdagangkan, harga IFSH terpantau merosot 10% ke level Rp1.890.
Sementara itu, tiga saham lainnya, INAI, PLAN, dan LMPI, hanya menjalani suspensi selama satu hari pada Rabu (28/1). Pada perdagangan Selasa (27/1), saham INAI ditutup melonjak 24,79% ke Rp292, dengan penguatan mencapai 94,67% dalam satu bulan terakhir. Setelah dibuka kembali, harga INAI terkoreksi 14,83% ke Rp250.
Baca Juga: Melejit Puluhan Persen, Perdagangan Saham STAR Digembok Sementara
LMPI juga mencatatkan lonjakan signifikan sebelum suspensi, ditutup menguat 24,6% ke Rp314. Dalam sepekan, saham ini naik 106,58%, dan sepanjang sebulan terakhir melesat 129,20%. Namun, saat perdagangan dibuka kembali, LMPI justru jatuh 14,65% ke level Rp268.
Adapun PLAN sebelumnya ditutup naik 9,28% ke Rp106, dengan kenaikan 43,24% dalam sepekan dan melesat 130,43% dalam satu bulan. Pada perdagangan pagi ini, saham PLAN ikut melemah 9,43% ke Rp96.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Advertisement