Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kepala BGN Sebut MBG Dongkrak Penjualan Motor dan Mobil

Kepala BGN Sebut MBG Dongkrak Penjualan Motor dan Mobil Kredit Foto: Youtube Perekonomian RI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada perbaikan gizi, tetapi juga mendorong konsumsi barang tahan lama, tercermin dari kenaikan penjualan sepeda motor dan mobil di berbagai daerah.

Ia menjelaskan, peningkatan konsumsi terjadi seiring bertambahnya tenaga kerja dan aktivitas ekonomi di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Dadan, data penjualan sepeda motor pada 2025 mencapai 4,9 juta unit. Kenaikan tersebut, kata dia, dipengaruhi oleh aktivitas MBG di lapangan.

“Di SPPG, sekitar 60% pekerja membeli motor. Satu SPPG mempekerjakan 50 orang, artinya sekitar 30 orang membeli motor,” ujar  Dadan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026). 

Baca Juga: Prabowo Ungkap Distribusi MBG Capai 4,5 Miliar Porsi dan Serap Lebih dari 1 Juta Tenaga Kerja

Selain sepeda motor, MBG juga mendorong permintaan mobil. Dadan menyebut, setiap SPPG membutuhkan dua unit kendaraan operasional. Dengan jumlah SPPG yang telah mencapai 23.000 unit, kebutuhan kendaraan mencapai sekitar 46.000 unit mobil, sehingga berdampak pada peningkatan penjualan jenis kendaraan tertentu di pasar.

Dadan menjelaskan, efek tersebut berasal dari mekanisme belanja langsung program MBG yang memperluas lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Satu SPPG, lanjutnya, mempekerjakan 50 orang dan memicu tumbuhnya pemasok bahan pangan, wirausaha lokal, serta aktivitas logistik di wilayah sekitar.

Dari sisi fiskal, BGN mengelola anggaran besar untuk MBG. Pada 2026, anggaran BGN tercatat Rp68 triliun dengan dana cadangan Rp67 triliun. Dari total anggaran tersebut, 93% disalurkan langsung ke daerah melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke SPPG di provinsi dan desa.

Baca Juga: Prabowo Klaim Efisiensi Anggaran Sudah Capai Rp308 Triliun, Jadi Modal MBG

Dadan menyebut, dana yang mengalir ke SPPG rata-rata mencapai Rp1 miliar per bulan per unit, dengan komposisi 70% untuk pembelian bahan baku20% biaya operasional termasuk gaji, dan 10% insentif pengelola. Hingga kini, BGN telah mencairkan Rp32,1 triliun dalam waktu sekitar satu setengah bulan.

Ia menambahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat setiap Rp1 belanja MBG menghasilkan efek pengganda sekitar tujuh kali terhadap perekonomian. Temuan tersebut sejalan dengan pandangan World Bank yang menilai investasi di bidang nutrisi sebagai kebijakan ekonomi yang efektif.

“MBG menciptakan permintaan, menjamin pembelian, dan menggerakkan konsumsi masyarakat. Dampaknya tidak hanya pada pangan, tetapi juga ke sektor lain seperti transportasi,” kata Dadan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: