Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BGN Sudah Cairkan Rp32,1 Triliun dalam 1,5 Bulan untuk MBG

BGN Sudah Cairkan Rp32,1 Triliun dalam 1,5 Bulan untuk MBG Kredit Foto: Youtube Perekonomian RI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan pihaknya telah mencairkan Rp32,1 triliun anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam waktu sekitar satu setengah bulan di tahuhn 2026, menjadikannya salah satu penyaluran belanja pemerintah tercepat dalam sejarah.

Ia menjelaskan pencairan dilakukan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh daerah melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

“Hari ini Badan Gizi sudah mencairkan Rp32,1 triliun. Belum pernah ada sepanjang sejarah republik ini sebuah kementerian atau lembaga mencairkan dana sebesar itu dalam waktu satu setengah bulan,” ujar Dadan, dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026). 

Baca Juga: Kepala BGN Sebut MBG Dongkrak Penjualan Motor dan Mobil

Menurutnya, struktur belanja MBG dirancang untuk memastikan dana segera berputar di daerah. Dari total anggaran MBG, 93% disalurkan langsung ke SPPG di provinsi dan kampung-kampung, sementara sisanya digunakan untuk fungsi pendukung pusat.

Setiap SPPG menerima dana rata-rata mendekati Rp1 miliar per bulan. Dana tersebut dialokasikan dengan komposisi 70% untuk pembelian bahan baku pangan20% untuk biaya operasional termasuk gaji relawan, dan 10% sebagai insentif bagi pengelola SPPG.

Dadan menyebut, dengan skema tersebut, MBG tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen perputaran ekonomi daerah. Hingga kini, jumlah SPPG yang beroperasi telah mencapai 23.000 unit di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Distribusi MBG Capai 4,5 Miliar Porsi dan Serap Lebih dari 1 Juta Tenaga Kerja

Berdasarkan proyeksi BGN, uang yang beredar di masyarakat melalui MBG saat ini mencapai sekitar Rp29 triliun per bulan, tersebar relatif merata di seluruh provinsi. Sebagai contoh, di Aceh terdapat 608 SPPG, yang berarti sekitar Rp608 miliar dana MBG beredar setiap bulan di provinsi tersebut. Di Jawa Barat, jumlah SPPG mencapai 5.295 unit, setara dengan Rp5,295 triliun per bulan.

Dadan menambahkan, kajian Badan Pusat Statistik pada 2025 menunjukkan setiap Rp1 belanja MBG menghasilkan dampak ekonomi sekitar tujuh kali lipat. Temuan tersebut sejalan dengan pandangan World Bank yang menyebut investasi pada nutrisi sebagai kebijakan ekonomi yang efektif dalam jangka pendek maupun panjang.

Ia menegaskan, kecepatan pencairan anggaran menjadi kunci agar MBG mampu menciptakan permintaan, menjamin pembelian produk pangan lokal, serta membuka lapangan kerja di tingkat desa.

“Dengan mekanisme ini, uang negara tidak berhenti di pusat, tetapi langsung berputar di masyarakat,” kata Dadan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: