Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Transaksi Berjalan RI Defisit, Bos BI Beberkan Penyebabnya

Transaksi Berjalan RI Defisit, Bos BI Beberkan Penyebabnya Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Denny menyampaikan defisit neraca pendapatan primer meningkat karena kenaikan pembayaran dividen pada akhir tahun.

“Sementara itu, surplus neraca pendapatan sekunder meningkat dipengaruhi oleh kenaikan remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI),” ujarnya.

Pada periode yang sama, transaksi modal dan finansial mencatat surplus 8,3 miliar dolar AS pada triwulan IV 2025, setelah pada triwulan III 2025 mengalami defisit 8,0 miliar dolar AS.

Investasi langsung tetap membukukan surplus yang mencerminkan terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi Indonesia.

Baca Juga: BI Kembali Tahan BI Rate di Level 4,75%

“Investasi portofolio mencatat surplus ditopang oleh meningkatnya aliran masuk modal asing seiring dengan imbal hasil investasi yang tetap menarik. Investasi lainnya juga mencatat surplus dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri,” kata Denny.

Secara keseluruhan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2025 mencatat surplus 6,1 miliar dolar AS.

BI memperkirakan kinerja NPI pada 2026 tetap terjaga dengan defisit transaksi berjalan dalam kisaran 0,1% hingga 0,9% dari PDB.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: