Riza Pasikki: Menambang Panas, Menjaga Integritas, dan Mendorong Akselerasi Geotermal Nasional
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
“Multiplier effect-nya cukup signifikan. Gak hanya PNBP saja,” ucapnya.
Untuk diketahui, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tercatat di pembukuan Kementerian ESDM sebesar Rp138,37 triliun, di mana target awal yang ditetapkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2025 sebesar Rp127,44 triliun.
Keberhasilan melampaui target ini didorong oleh kontribusi signifikan dari beberapa subsektor, yang terbesar berasal dari PNBP sektor Sumber Daya Alam (SDA) Mineral dan Batubara (Minerba), yang mencapai 104,38 persen dari target, SDA Panas Bumi sebesar 103,4 persen, serta sektor lainnya yang melonjak hingga 311,05 persen.
Pada akhirnya, menurut Riza, kunci utama pengembangan geothermal adalah trust.
Kepercayaan tidak dibangun lewat izin formal semata, tetapi melalui konsistensi komunikasi, komitmen lingkungan, dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Industri geothermal, kata dia, tidak bisa hanya datang membawa rig dan teknologi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: