Kredit Foto: Istimewa
Rencana impor 105 ribu kendaraan pikap dan truk dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) memunculkan perdebatan baru mengenai peluang industri otomotif nasional.
Pengalihan pengadaan ke produksi dalam negeri dinilai dapat menciptakan nilai tambah ekonomi hingga Rp39 triliun.
Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO) menilai penggunaan kendaraan produksi domestik akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dibanding impor. Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat sektor riil sekaligus meningkatkan daya saing industri otomotif nasional.
Sekretaris Jenderal IATO Hari Budianto menjelaskan produksi kendaraan dalam negeri akan meningkatkan aktivitas industri secara langsung. Peningkatan produksi dinilai dapat memperbaiki efisiensi serta memperkuat struktur industri otomotif nasional.
Menurutnya, peningkatan utilisasi pabrik akan berdampak pada efisiensi biaya produksi dan waktu manufaktur. Efisiensi tersebut menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing industri nasional.
Hari juga menjelaskan bahwa produksi domestik akan membuat sebagian besar biaya tetap berputar di dalam negeri. Perputaran ekonomi tersebut dinilai memberi manfaat luas bagi pelaku usaha nasional.
Hari menyebut produksi dalam negeri berpotensi membuat sekitar 60-70 persen biaya tetap beredar di ekonomi domestik sehingga memberikan manfaat luas bagi pelaku usaha nasional. Efek tersebut akan dirasakan mulai dari industri perakitan hingga sektor komponen otomotif.
Ia mengatakan apabila pengadaan mobil impor pikap dialihkan untuk penggunaan kendaraan yang diproduksi secara domestik, bisa memberikan nilai tambah hingga Rp39 triliun. Nilai tambah tersebut juga mencerminkan potensi kontribusi industri otomotif terhadap ekonomi nasional.
Tambahan aktivitas produksi tersebut juga diperkirakan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Kebutuhan tenaga kerja akan muncul dari sektor manufaktur hingga industri pendukung lainnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: