Kredit Foto: IBM
AI, menurutnya, bukan lagi sekadar alat efisiensi, melainkan fondasi pertumbuhan jangka panjang.
"Pelaku ritel yang mampu mengintegrasikan AI dalam strategi data dan pengalaman pelanggan, akan memimpin fase pertumbuhan berikutnya,” ujar Juvanus Tjandra, Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: AI dan Geopolitik Membayangi, Begini Nasib Harga Bitcoin Hari Ini (25/2)
IBM menegaskan, pelaku ritel saat ini harus bagaimana mengintegrasikan AI secara strategis, untuk memperkuat hubungan brand dengan pelanggan.
Ke depan, daya saing ritel tidak lagi ditentukan semata oleh lokasi atau harga, melainkan oleh kemampuan membaca data, memahami perilaku konsumen, dan menghadirkan pengalaman yang terintegrasi lintas kanal. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: