- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Di Depan Purbaya, Inpex Masela Sebut Keekonomian Proyek LNG Abadi Sangat Marginal
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Pemerintah Janjikan Akselerasi
Menanggapi keluhan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya menyatakan pemerintah berkomitmen menyisir hambatan yang ada.
“Kami akan mengidentifikasi jika masih ada gangguan. Jika ada, kita percepat prosesnya agar hambatan itu hilang,” tegas Purbaya.
Terkait pembaruan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang kini mencakup skema Carbon Capture and Storage (CCS), pemerintah menargetkan penyelesaian maksimal dalam tiga bulan, jauh lebih cepat dari durasi normal yang mencapai enam bulan.
Di sisi komersial, meskipun ada minat dari PGN, PLN, dan Pupuk Indonesia, Inpex menegaskan pembeli internasional tetap menjadi tulang punggung pembiayaan.
“Untuk proyek sebesar ini, kami tetap memerlukan offtaker internasional guna menjamin pendanaan,” jelas perwakilan Inpex.
Baca Juga: Lama Mangkrak, Purbaya Dorong Percepatan Proyek LNG Abadi Masela
Dengan tingginya struktur biaya dan penambahan teknologi CCS, posisi Blok Masela kini sangat sensitif terhadap eskalasi biaya dan keterlambatan birokrasi.
Keputusan FID mendatang akan menjadi penentu, apakah mega proyek ini akan melaju ke tahap konstruksi, atau kembali tertunda oleh tekanan ekonomi global. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: