Kredit Foto: Istimewa
Analis pasar modal menilai saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menunjukkan peluang re-rating yang positif. Hal ini sejalan dengan kenaikan harga saham TUGU yang melonjak lebih dari 20% secara year-to-date (YTD), ditambah dengan dorongan sejumlah sentimen positif.
Analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly, mengatakan bahwa investor saat ini tengah menantikan laporan keuangan TUGU full year 2025 yang diprediksi masih tumbuh positif. “Hal ini tercermin pada kinerja bulanan per Desember 2025 (Unaudited) dari Tugu Insurance (parent only) serta anak usahanya, TuguRe,” ujar Rafly yang dikutip di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Laporan bulanan Desember 2025 (Unaudited) menunjukkan TUGU berhasil mengumpulkan premi bruto sebesar Rp6,01 triliun, naik 13,01% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun hasil underwriting tercatat tumbuh 1,35% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp842,18 miliar. Berikutnya, hasil investasi tercatat meningkat signifikan sebesar 30,11% menjadi Rp432,87 miliar. Alhasil, laba bersih parent only tercatat mencapai Rp575,04 miliar.
Kinerja cemerlang juga ditunjukkan oleh anak usahanya, TuguRe yang mencatatkan kenaikan premi bruto sebesar 7,68% menjadi Rp2,67 triliun pada Desember 2025 (Unaudited). Hasil underwriting naik tipis menjadi Rp91,48 miliar. Sama seperti induk usahanya, hasil investasi TuguRe juga melesat 64,21% menjadi Rp223,19 miliar. Kinerja investasi inilah yang mendorong laba bersih TuguRe melesat 56,88% menjadi Rp172,15 miliar.
Baca Juga: Tugu Insurance Pertahankan Peringkat A- 10 Tahun Berturut-turut
Rafly mengatakan melihat prognosa laba konsolidasian TUGU yang terlihat bertumbuh selama Tahun 2025 ini, maka ada peluang kenaikan nilai dividen. “Dalam 4 tahun terakhir dividen payout ratio TUGU berada di 40%, ini positif bagi ekspektasi market,” ujarnya.
Di lantai bursa, saham TUGU sejak awal tahun hingga Selasa (24/2/2026) tercatat sudah meningkat 21,5% ke level Rp1.425 per saham. Saham ini terbukti tergolong defensif di tengah gejolak bursa akibat sentimen pengumuman MSCI dan Moody's. Sebagai komparasi, secara year-to-date, IHSG masih mencatatkan koreksi 3,5% dan indeks IDX Finance terkoreksi sebesar 3,3%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: