Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Konflik AI dan Keamanan Nasional, AS Putus Kontrak dengan Anthropic

Konflik AI dan Keamanan Nasional, AS Putus Kontrak dengan Anthropic Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan seluruh lembaga federal Amerika Serikat, menghentikan penggunaan teknologi milik perusahaan kecerdasan buatan Anthropic.

Keputusan ini menyusul penolakan perusahaan tersebut terhadap tuntutan Pentagon, terkait akses penggunaan perangkat AI untuk kepentingan militer.

Anthropic telah digunakan oleh lembaga pemerintah dan militer AS sejak 2024, menjadikannya salah satu perusahaan AI tingkat lanjut pertama, yang dipercaya menangani pekerjaan bersifat rahasia.

Dalam unggahan di platform Truth Social yang dikutip BBC, Trump menegaskan sikapnya.

“Kami tidak membutuhkannya, kami tidak menginginkannya, dan tidak akan berbisnis dengan mereka lagi!” Tulisnya.

Langkah tersebut diambil setelah perseteruan terbuka antara Gedung Putih dan Anthropic dalam beberapa hari terakhir.

Perselisihan berpusat pada permintaan Departemen Pertahanan AS agar perusahaan memberikan akses luas terhadap sistem AI mereka, termasuk model andalan Claude, untuk penggunaan militer.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan Anthropic sebagai 'risiko rantai pasokan.'

Status ini berpotensi melarang perusahaan yang bekerja sama dengan militer AS, untuk melakukan aktivitas komersial dengan Anthropic.

Label tersebut dinilai sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, terhadap perusahaan teknologi asal AS.

Anthropic pun menyatakan akan menggugat penetapan tersebut di pengadilan, karena dianggap tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Ketegangan antara CEO Anthropic Dario Amodei dan Hegseth disebut terjadi, baik secara tertutup maupun terbuka.

Perusahaan menyampaikan kekhawatiran teknologi AI mereka dapat digunakan untuk pengawasan domestik massal atau pengembangan senjata otonom penuh, dua hal yang secara prinsip mereka tolak.

Anthropic menyatakan siap membantu jika Departemen Pertahanan memutuskan beralih ke penyedia layanan lain, namun tetap menegaskan tidak akan mengubah pendiriannya terkait pengawasan massal dan penggunaan AI untuk senjata otonom penuh.

Baca Juga: PINTU Sponsori Acara ARKI Gathering 2026, Beri Edukasi Pengelolaan Aset Digital

Konflik ini menandai babak baru dalam perdebatan global mengenai batasan penggunaan kecerdasan buatan untuk kepentingan militer.

Di tengah percepatan inovasi teknologi, tarik-menarik antara kepentingan keamanan nasional dan etika penggunaan AI kian mengemuka di panggung politik internasional. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus

Bagikan Artikel: