Intelijen AS Deteksi Cina Siap Alirkan Komponen Rudal ke Iran, Rusia Bocorkan Lokasi Pasukan AS
Kredit Foto: Istimewa
Di balik semua manuver militer dan intelijen ini, ada satu jalur yang membuat seluruh dunia termasuk Indonesia ikut tegang, yakni Selat Hormuz.
Iran sebelumnya memperoleh komponen rudal dari Cina, termasuk mesin pengaduk bahan bakar padat, yang menjadi salah satu komponen paling krusial dalam produksi rudal berkapasitas nuklir.
Jika Cina kembali mengalirkan suku cadang dan komponen serupa di tengah perang aktif ini, kemampuan ofensif Iran bisa pulih jauh lebih cepat dari yang diperkirakan AS.
Baca Juga: 2 Tanker Minyak RI Terjebak di Timur Tengah, Pemerintah Lobi Iran Terkait Keamanan
Operasi militer AS saat ini melibatkan lebih dari 50.000 personel, lebih dari 200 pesawat tempur, dan dua kapal induk, dengan tujuan utama melumpuhkan kemampuan rudal balistik Iran yang disebut Hegseth sebagai 'tameng' pengembangan program nuklir Teheran.
Semakin dalam keterlibatan Cina dan Rusia, semakin berat kalkulasi militer yang harus dihadapi Washington. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: