Menteri PPPA Nilai Pembatasan Gawai Anak Harus Diimbangi Aktivitas Alternatif
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi menilai, pembatasan penggunaan gawai pada anak perlu diimbangi dengan penyediaan aktivitas alternatif yang dapat mendukung perkembangan karakter.
Langkah ini dinilai penting dalam mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Pernyataan tersebut disampaikan Arifah dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut PP TUNAS yang digelar di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Rabu (11/03/2026).
Rapat ini melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga untuk memperkuat koordinasi dalam menjalankan kebijakan pelindungan anak di ruang digital.
Menurut Arifah, upaya membatasi penggunaan perangkat digital tidak cukup hanya dengan larangan semata.
Anak-anak juga perlu diberikan ruang untuk melakukan berbagai kegiatan positif yang dapat membangun nilai-nilai karakter.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: